Kisah Pemabuk yang Selalu Bikin Rasulullah Tertawa dan Bahagia

Apr 16, 2020 09:33
Habib Ali Al-Kaff (screenshot youtube).
Habib Ali Al-Kaff (screenshot youtube).

MALANGTIMES - Dari sederet kisah Rasulullah dan para sahabat, nama Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah tentu menjadi salah satu tokoh yang tak kalah tenar dengan sahabat lainnya. 

Baca Juga : BREAKING NEWS Ibunda Gus Baha Berpulang ke Rahmatullah

Terlebih dalam berbagai kisah, Nu'aiman dikenal sebagai sosok yang jenaka dan senantiasa membuat Rasulullah SAW tertawa dengan segala tingkah polahnya.

Habib Ali Al-Kaff dalam sebuah kesempatan menceritakan kelucuan dari salah satu sahabat Rasulullah tersebut. 

Salah satunya berkaitan dengan perilaku Nu'aiman yang kerap mengonsumsi minuman keras.

Meski beberapa kali diperingatkan dan bertaubat, Nu'aiman masih beberapa kali ketahuan Rasulullah meminum minuman keras.

Namum terlepas dari itu, Nu'aiman dikenal sebagai sosok mujahid islam sejati. 

Ia merupakan Ashabul Badr karena ikut terlibat dalam Perang Badar bersama Rasulullah dan para sahabat.

Salah satu kisah yang paling banyak diperdengarkan dan menjadi pelajaran bagi umat muslim adalah ketika Nu'aiman diajak berdagang ke Negeri Syam oleh Abu Bakar. 

Saat itu, Nu'aiman diajak berdagang bersama salah seorang sahabat lainnya yaitu Suwaibith bin Harmalah.

"Abu Bakar mendatangi Rasulullah dan mau ajak dua sahabat berdagang, dan diajak Nuh Aiman salah satunya dan diizinkan," cerita Habib Ali Al-Kaff.

Saat itu, dikisahkan jika Abu Bakar memberi tugas kepada seluruh sahabat dan rekan yang diajaknya untuk berdagang. 

Suwaibith yang dikenal sebagai sahabat yang paling amanah pun diberikan tugas untuk menjaga makanan. 

Sedangkan Nu'aiman tak diberi tugas apapun oleh Abu Bakar.

Saat itu, Abu Bakar membebaskan Nu'aiman melakukan apapun asalkan dia mengikuti Abu Bakar berdagang. 

Hingga suatu siang datang, Nu'aiman merasa sangat lapar dan dia pun mendatangi Suwaibith.

Ketika itu, Nu'aiman meminta sebuah roti kepada Suwaibith.

Namun saat itu Suwaibith tak langsung memberikan roti tersebut, lantaran hal itu tak sesuai dengan amanah Abu Bakar. 

Sebelum itu, Nu'aiman sempat memberi pilihan kepada Suwaibith yaitu memberikannya roti, atau jika tidak Nu'aiman akan membuat masalah baru.

"Setelah berfikir panjang, Suwaibith memilih tak memberikan roti kepada Nu'aiman," kata Habib Ali Al-Kaff.

Lantaran merasa lapar dan tak memegang uang sama sekali, Nu'aiman kemudian menuju sebuah pasar. 

Baca Juga : Kisah Penulis Wahyu yang Murtad dan Lolos dari Titah Bunuh Rasulullah

Di sana ia melihat dan bertanya dalam proses jual beli hamba sahaya (budak). 

Saat itu, dia menemui jika satu hamba sahaya dijual seharga 100 Dirham hingga 300 Dirham.

Lantas Nu'aiman mengatakan jika ia memiliki hamba sahaya dengan harga murah yaitu 20 Dirham saja. 

Hal itu membuat orang-orang di pasar bertanya-tanya dengan harganya yang sangat murah. 

Lalu Nu'aiman pun menyampaikan jika hamba sahaya-nya memiliki kelemahan, yaitu ketika ditangkap selalu bilang jika ia bukan hamba sahaya, melainkan hamba merdeka.

Nu'aiman pun mengajak Suwaibith ke pasar dan saat itu Suwaibith dibeli oleh salah seorang dan diminta untuk bekerja. 

Nu'aiman pun kemudian membeli makanan dari hasil menjual Suwaibith, bahkan sempat membelikan hadiah untuk Rasulullah.

"Sampai pada akhirnya, Abu Bakar mencari Suwaibith karena memang sangat lapar. Lalu Nu'aiman dengan santai menyampaikan jika ia telah menjual Suwaibith. Nu'aiman ini memang sahabat yang sangat jujur dan apa adanya," terangnya.

Nu'aiman kemudian membawa Abu Bakar ke pasar dan membeli kembali Suwaibith. 

Kisah itu kemudian diceritakan Abu Bakar kepada Rasulullah. 

Mendengar kisah itu, Rasulullah tertawa sangat terbahak-bahak, hingga memperlihatkan gigi gerahamnya kepada para sahabat.

Bahkan, kisah itu selalu diceritakan ulang oleh Rasulullah kepada para tamu yang datang. 

Itu sebabnya, sahabat senantiasa merasa senang ketika Nu'aiman datang, karena akan menghibur Rasulullah.

Bukan hanya kisahnya menjual Suwaibith saja, kisah Nu'aiman lain seperti memenggal unta tamu Rasulullah juga dikenal sangat jenaka. 

"Dan kisah Rasulullah itu menunjukkan bahwa kehidupan Rasulullah sungguh sangat indah," pungkas Habib Ali Al-Kaff.

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari inikisah Rasulullahkisah sahabatpemabuk bikin rasulullah tertawaNu’aiman bin Amr bin Rafa’ahHabib Ali Al Kaff

Berita Lainnya

Berita

Terbaru