Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Mancing Ikan di Sungai Brantas, Rochim dapat Anak Buaya

Penulis : Faishal Hilmy Maulida - Editor : Redaksi

16 - Oct - 2015, 22:34

Placeholder
Abdul Rohim alias Bledek membawa Buaya temuannya (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan anak buaya muara berukuran sekira 1,5 meter di daerah lemah gemplah, aliran sungai brantas sekitar Waduk Karangkates.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Abdul Rochim (49) alias Bledek warga Jalan Anusapati, RW 03, RT 30 Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang menemukan anak buaya tersebut ketika ia sedang menjaring ikan seperti sehari-hari ia lakukan sebagai pekerjaan sampingannya di aliran sungai Brantas, sekitar Waduk Karangkates.

"Awalnya menjaring ikan seperti biasa, saya dapat dua ikan mujahir tapi ada yang nyangkut di jaring saya kira awalnya itu sejenis nyambik ternyata itu anak buaya," cerita pria yang akrab disapa Bledek ini kepada MALANGTIMES, Jumat (16/10/2015)

Bledek mengaku, akibat terjaringnya anak buaya tersebut menyebabkan jaring yang biasa ia gunakan rusak karena tertarik dan tergigit anak buaya yang diperkirakan jenis buaya muara tersebut.

"Saya menemukannya Kamis (15/10/2015) jam 9 pagi tapi baru dibawa pulang ke rumah jam 1 an siang, ya awalnya takut, yang bawa istri saya dimasukkan jaket dan dibawa dengan sepeda ontelnya," lanjut pria yang sehari-hari bekerja menarik becak ini.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Sementara Itu, Nurimah (51) istri Bledek mengaku ketika tahu hewan bermoncong panjang tersebut ia sudah yakin kalau itu adalah anak buaya. "Suami saya mengira itu nyambik, tapi saya yakin itu buaya karena tidak memiliki lidah panjang, dan warna serta giginya identik dengan jenis buaya," jelasnya. 

Sontak saja, walaupun sempat takut Nurimah akhirnya membawa anak buaya tersebut menggunakan jaket yang biasa ia pakai untuk menutupi buaya tersebut supaya tidak membuat geger pencari ikan di sekitar sungai dan warga setempat. "Kalau tahu saya bawa buaya bisa geger mas, langsung saya tutup dengan jaket dan saya gendong," imbuhnya. 

Saat ini, buaya tersebut dirawat di kediaman Bledek dan diperkirakan memiliki berat tiga kilogram serta sempat menjadi tontonan bagi warga sekitar. (*)


Topik

Peristiwa buaya-muara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Faishal Hilmy Maulida

Editor

Redaksi