Mudik lebaran (Foto:  Kronika IAIN Metro)
Mudik lebaran (Foto: Kronika IAIN Metro)

MALANGTIMES - Arus mudik lebaran di tengah pandemi Covid 19 hingga kini masih menjadi pro kontra.  Diketahui, setiap tahunnya para perantau selalu melakukan aksi mudik jelang Ramadan dan Idul Fitri.  Namun, situasi berbeda rupanya harus terjadi di tahun ini karena wabah Covid 19 yang terjadi di Indonesia.  

Terkait larangan mudik lebaran, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi memberikan tanggapan.  Budi Setiyadi memastikan jika pemerintah belum mengeluarkan larangan terkait mudik. 
Padahal diketahui mudik kali ini berpotensi ditumpangi Covid 19.  

Sehingga jika mudik tetap dilakukan berisiko membahayakan diri sendiri dan keluarga yang akan dikunjungi.  Apalagi bagi mereka yang berasal dari daerah zona merah.  

Budi mengatakan hingga kini pemerintah belum mengubah keputusan untuk tidak melarang warga mudik.  Budi menjelaskan jika dinamika perkembangan COVID-19 bergulir terus dan melibatkan semua subsektor dan semua komponen masyarakat. 

Pihaknya pun akan terus bekerja dan berkoordinasi serta tidak bisa mengambil kebijakan sendiri.  

Dikatakannya mungkin masing-masing kepala daerah panik dan mengambil keputusan spesifik untuk melindungi daerahnya. Padahal satu daerah mengambil kebijakan, daerah lain akan terdampak.  

Lebih lanjut dengan kondisi ini, Budi mengatakan jika pihaknya memiliki tagline yang berbunyi "Tidak mudik, tidak piknik, dan tidak panik", tapi tidak berarti tidak boleh (mudik), ada peluang untuk mudik.