Dua petugas yang menyamar jadi pocong di Desa Purwokerto, Jawa Tengah. (Istimewa).
Dua petugas yang menyamar jadi pocong di Desa Purwokerto, Jawa Tengah. (Istimewa).

MALANGTIMES - Baru-baru ini, warganet dibuat heboh dengan kemunculan pocong di beberapa kantor pemberitaan Korea Selatan. Berita tersebut berkaitan dengan penanganan covid-19 di salah satu desa di Purworejo, Jawa Tengah, yang juga tengah viral dan menjadi perbincangan publik.

Tak disangka, kemunculan dua pocong yang menjaga desa agar warganya tak berkeliaran itu juga cukup menarik perhatian Korea Selatan. Hal itu membuat beberapa stasiun TV besar di Negeri Gingseng tersebut membuat pemberitaan berkaitan dengan dua pocong yang menjaga desa tersebut.

Baca Juga : Jika Covid-19 Sampai Menyebar di Korea Utara, Kim Jong Un Beri Ancaman Ini pada Pejabatnya

Dua tasiun televisi terbesar di Korea Selatan, yaitu JTBC dan MBC, meliput fenomena pocong tersebut. Pemberitaan dikupas habis mengenai apa itu pocong. Namun yang kembali membuat heboh warganet adalah cara penggambaran media Korea Selatan terhadap sosok pocong.

Pewara di Korea Selatan dalam membacakan berita menyebut pocong dengan kata pocongie. Padahal akhiran "ie" pada sebuah nama di Korea Selayan biasa dipakai masyarakat Korea untuk memanggil orang yang lebih muda, panggilan sayang, atau menggemaskan. Otomatis julukan ini membuat pocong terdengar imut.

Warganet di Korea Selatan pun memberikan reaksi yang tak terduga pula. Bukannya takut dengan pocong, mereka malah menertawakan dan ikut gemas dengan keberadaan dua pocong yang menjaga desanya selama pandemi corona tersebut.

Dalam berbagai kolom komentar, warganet dari Negeri Gingseng tersebut dibuat terpingkal dengan sederet video yang dibagikan saat dua pocong tersebut beraksi. Emoji tertawa menghiasi banyak kolom komentar dari artikel dan video berkaitan dengan pocong penghalau covid-19 tersebut.

Baca Juga : Enam Gunung Erupsi Nyaris Bersamaan karena Cari Kestabilan Baru

Sebelumnya, upaya dua pocong yang menjaga desa itu memang cukup viral dan banyak diperbincangkan publik. Pasalnya, cara mereka menakut-nakuti warga agar tak keluar sembarangan saat pandemi covid-19 dinilai cukup berhasil.