Stok gula disalah satu gudang yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Stok gula disalah satu gudang yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam hitungan hari, harga gula pasir di Kabupaten Malang kembali naik. Dari harga normal yang berkisar antara Rp 12 ribu, kini harganya terus mengalami peningkatan semenjak merebaknya wabah virus corona di Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. Menurutnya, dari informasi tim Satgas Pangan Polres Malang, sekitar awal pekan lalu harga gula pasir dibandrol Rp 16.500. Artinya sudah meningkat dari harga normal yang hanya Rp 12 ribu.

”Kemarin (Kamis 19/3/2020) harga gula pasir sudah naik lagi, berkisar antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu,” kata Kapolres Malang.

Untuk itu, Polres Malang akan memaksimalkan peran Tim Satgas Pangan untuk aktif melakukan penyelidikan di lapangan. 

Personel yang berjumlah sekitar 40 anggota kepolisian tersebut, akan dikerahkan untuk mencari apakah ada praktik penimbunan yang mengakibatkan harga gula pasir kembali naik di pasaran.

”Kami akan koordinasi dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Malang) untuk mencari solusi terkait meningkatnya harga gula pasir tersebut,” ungkap Hendri.

Untuk sembako selain jenis gula pasir, lanjut Hendri, dipastikan aman hingga menjelang hari raya Idul Fitri. Terutama pasokan tepung dan beras. 

”Beras, tepung kami yakinkan stoknya masih banyak. Tidak perlu antisipasi lebih lanjut,” ujar Hendri.

Terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, mengaku jika dari hasil evaluasi sementara meningkatnya harga gula pasir lantaran mengalami keterlambatan dalam proses distribusi.

”Jika kenaikan harga sudah diatas 20 persen, mungkin jalan paling cepat adalah oprasi pasar. Ini salah satu instrumen untuk menstabilkan harga dengan cara menjual gula dengan harga dibawah pasaran,” ujarnya.