Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) saat dicek suhu tubuh menggunakan Thermol Scanner Gun oleh Sekda Kota Malang Wasto (kiri) di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) saat dicek suhu tubuh menggunakan Thermol Scanner Gun oleh Sekda Kota Malang Wasto (kiri) di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Berbagai bentuk antisipasi penanganan penyeberan penularan virus Corona atau Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satu yang menjadi perhatian, yaitu akses bertemunya banyak orang dalam berinteraksi seperti di area pasar rakyat.

Area ini menjadi tempat yang kerap dikunjungi penjual maupun pembeli untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Pemkot Malang mulai memberlakukan ketersediaan fasilitas penambah pencegahan, mulai alat pengukur suhu tubuh atau thermol scanner, hand sanitizer, dan alat cuci tangan lengkapĀ 


Karenanya, Wali Kota Malang Sutiaji memastikan secara langsung kelengkapan fasilitas penunjang antisipasi Covid-19 fi Pasar Oro-Oro Dowo, Selasa (17/3).

"Kegiatan ini harus kita lakukan untuk memastikan bahwa fasilitas di pasar oro-oro dowo dan juga pasar lainnya cukup aman agar masyarakat pun terhindar dari Covid-19," ujarnya.

Ia menambahkan, meski sudah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, namun hal lain seperti keranjang belanja, kursi, meja dan lainnya juga harus steril. Bahkan, penyemprotan desinfektan juga akan dilakukan pada kawasan pasar rakyatdi Kota Malang.

Hal itu sebagai satu langkah tindaklanjut dari penetapan status Kota Malang darurat Corona. Sehingga Pemkot Malang akan terus berupaya dalam mengantisipasi penyebaran virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu itu.

Dalam kesempatan ini, politisi Demokrat ini juga memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Guna memastikan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di masa pemberlakuan pembatasan aktivitas di luar rumah. Tak lupa, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Budaya untuk mencuci tangan pakai sabun juga akan terus kita edukasi pada masyarakat; minimal 1 jam sekali masyarakat harus cuci tangan pakai sabun, serta sosialisasi PHBS juga akan kami gencarkan," tandasnya.