Kolase Presiden Jokowi atasi Corona (Ist)
Kolase Presiden Jokowi atasi Corona (Ist)

MALANGTIMES - Pasien positif corona di Indonesia meningkat. Hingga Minggu (15/3/2020) kemarin melalui keterangan resmi dari juru bicara penanganan virus Corona, Achmad Yurianto menyebut telah mencapai 117 kasus.

Angka ini bertambah 21 kasus baru dari pengumuman yang dilakukan sebelumnya. Penambahan kasus Corona terjadi di Jakarta sebanyak 19 dan Jawa Tengah 2 kasus.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Terus bertambahnya pasien Corona di satu sisi melahirkan berbagai pernyataan tak percaya dengan berbagai informasi yang disampaikan pemerintah. 

Bahkan, negara Australia melalui Menteri Utama negara bagian baratnya, Mark Gowan, menyampaikan adanya dugaan under reporting ke Indonesia terkait Corona.

Yakni, Indonesia melaporkan pasien virus Corona lebih sedikit dari kenyataan.

"Jelas sekali ada under reporting di Indonesia. Kekhawatiran saya meningkat dalam beberapa hari terakhir ini," ucapnya seperti dikutip ABC di sela pertemuan  Perdana Menteri Scott Morrison dengan para pemimpin negara bagian soal virus corona di Sydney.

Kekhawatiran Gowan dengan adanya dugaan under reporting terkait virus Corona di Indonesia terkait semua penerbangan dari Bali ke Australia.

Tak hanya dari luar negeri, kritik atas penanganan pemerintah atas merebaknya Corona di Indonesia pun mencuat dari dalam negeri. 

Pengajar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah, seperti dilansir tirto.id (Sabtu, 14 Maret 2020) menyatakan kritik serupa.

Trubus melihat lonjakan kasus positif Corona yang diumumkan di Indonesia tak wajar. Tata informasi satu pintu yang diberlakukan justru menghambat arus informasi yang diperlukan masyarakat untuk lebih waspada. 

"Ada persoalan dalam koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Ini terlihat dari penyebaran yang cepat tapi penanganan dan informasi dihambat," ucapnya.

Pernyataan Trubus terlihat dari kebijakan meliburkan sekolah selama 14 hari ke depan yang tak serentak di tingkat daerah. Itu merupakan salah satu adanya persoalan koordinasi terkait pencegahan Corona.

Tak hanya itu pencegahan di keramaian yang dilakukan di sejumlah daerah pun tak sejalan dengan pemerintah pusat.

"Pemerintah harus berani. Bila diperlukan mekanisme lockdown ya katakan ke seluruh daerah terdampak. Jangan diserahkan ke pemerintah daerah dan masyarakat sendiri," ujarnya yang menegaskan Pemda dan pusat harus kerjasama dan masyarakat juga diberi peran.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah terus berupaya maksimal untuk pencegahan Corona. 

Terkait koordinasi, misalnya, pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO dan mempergunakan Protokol Kesehatannya. Serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 ini.

"Saya juga minta kepada kepala daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah. Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia," ucap Jokowi dalam pidatonya, Minggu (15/3/2020) sore kemarin.

Berbagai arahan lainnya terkait pencegahan Corona yang semakin meluas di Indonesia, disampaikan Jokowi dalam pidatonya.

Berikut  isi lengkap pidato Jokowi:

Bismillahhirrohmannirohim,
Assalamualaikum Warrohamtullahi Wabarokatuh, selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya,sm swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.

Bapak Ibu dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sejak kita mengumumkan adanya kasus Covid-19 di awal bulan ini, saya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global Covid-19 ini.

Kita melihat, beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lockdown dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lockdown, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19.

Pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 ini.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan POLRI, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi.

Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajatnya bervariasi antar daerah. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh gubernur dan bupati serta wali kota untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi.

Kemudian, terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana nonalam.

Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak Covid19.

Membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa. Membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi online, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang. Meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan rumah sakit daerah, dan bekerja sama dengan rumah sakit swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi, yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien.

Pertama, merujuk pada UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid19.

Dampak pandemi Covid-19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi, sebagaimana telah diumumkan oleh Menko Perekomian dan jajaran menteri perekonomian, untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.
Saya juga minta kepada kepala daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah.

Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagaimana kemarin telah disampaikan, bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid-19. Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan, dan saya yakinkan bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa.

Bahkan, hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras, walaupun sebagian dilakukan dengan cara online, untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid-19 ini.

Terakhir, kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop.

Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar asalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal.

Saya kira ini yang bisa saya sampaikan. Terima kasih.
Wassalamualaikum Warrohamatullahi Wabarokatuh.