Frogs 282 Drone Taksi milik perusahaan Start Up asal Bantul yang sedang dalam tahap peecobaan penerbangan.
Frogs 282 Drone Taksi milik perusahaan Start Up asal Bantul yang sedang dalam tahap peecobaan penerbangan.

MALANGTIMES - Nampaknya tingkat kreativitas anak bangsa lagi-lagi harus mendapat perhatian pemerintah. Karena ini adalah solusi Indonesia untuk masa depan, khususnya di bidang transportasi.

Drone yang biasanya berukuran kecil dan terdapat kamera untuk melihat kondisi suatu wilayah dengan ketinggian yang telah ditentukan, dimodifikasi lagi oleh satu Start Up yang ada di Indonesia. 

Frogs Indonesia merupakan perusahaan Start Up asal Bantul, Yogyakarta yang mengembangkan ide tentang drone yang dapat dikendarai oleh manusia serta nantinya dapat digunakan sebagai transportasi. Mereka menamai penemuan drone taksi ini dengan nama Frogs 282. 

Hal itu juga dijelaskan oleh Co Founder Frogs Indonesia Asro Nasiri dilansir dari kompascom, drone taksi itu dapat mengangkut dua orang penumpang.

Asro juga menjelaskan mengenai ide awal pembuatan drone taksi tersebut, salah satunya dari segi pembiayaan. Drone taksi tersebut terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan helikopter. 

Pun sama halnya jika dilihat dari segi bahan bakar, kendaraan ini sangat ramah lingkungan, karena menggunakan tenaga listrik sebagai bahan bakar utamanya. "Biaya lebih murah (drone)," ujar Asro, Sabtu (7/3/2020) dikutip dari kompascom. 

Drone taksi ini diklaim dapat digunakan sebagai transportasi di masa depan, karena Indonesia yang terkenal sebagai negara kepulauan yang tidak semua wilayah dapat digunakan untuk tempat landing pesawat berbadan lebar. 

Serta dapat juga menjadi pilihan di saat jalanan di Kota-kota besar yang selalu macet, drone taksi dapat menjadi salah satu transportasi alternatif di masa depan.

Asro mengatakan jika riset tentang drone taksi ini sudah dilakukan sejak 2017. Dia bekerjasama dengan seorang rekan kerja bernama Kiwi.

Drone taksi ini dapat mengangkut dua orang penumpang yang memiliki total berat kurang lebih 200 kilogram dan dapat terbang selama kurang lebih 60 menit. 

"Kita mulai riset pada (7/9/2017), dari tahapan desain. Lalu keluar nama Frogs ini juga dari pembicaraan kita, kira-kira namanya apa. Karena waktu itu kita menemukan model drone unik. Salah satunya katak. Walaupun, dalam perkembangannya bentuknya terus berubah," beber Asro.

Percobaan penerbangan drone taksi ini dilakukan di Lapangan Udara Gading, Playen, Gunung Kidul. Saat percobaan penerbangan, drone taksi tersebut berhasil terbang meskipun hanya beberapa sentimeter di atas permukaan tanah. 

Hal ini adalah peluang Pemerintah Indonesia dalam mendukung riset dan kreativitas anak bangsa, untuk kemajuan Indonesia khususnya di bidang transportasi masa depan.