Ilustrasi Bulan yang mengorbit ke Bumi. (Istimewa)
Ilustrasi Bulan yang mengorbit ke Bumi. (Istimewa)

MALANGTIMES - Para peneliti baru-baru ini telah mengumumkan bahwa Bumi mempunyai dua Bulan sebagai satelit. Bulan tersebut sudah mulai memasuki area orbit Bumi dan juga sudah mulai terbang di sekitar tata surya. 

Bulan baru tersebut diberi nama 2020 CD3 oleh Minor Planet Center yang merupakan bagian dari International Astronomical Union sebuah lembaga yang menamai benda-benda luar angkasa serta dimasukkan dalam sebuah katalog. 

Bulan baru 2020 CD3 ini ditemukan oleh astronom dari Catalima Sky Survey di Arizona, Amerika Serikat, pada hari Sabtu (15/2/2020). Konfirmasi secara resmi baru dapat diterima pada (25/2/2020). Rentan waktu konfirmasi yang berselang cukup lama, yakni 10 hari, dikarenakan peneliti harus memastikan bahwa objek baru tersebut bukanlah satelit buatan manusia.

Pengamatan yang intens juga dilakukan oleh para peneliti mulai dari awal ditemukannya objek tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas di saat objek baru tersebut bergerak ke Bumi. 

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, dilansir dari kumparan Sains bahwa 2020 CD3 untuk diameternya masih diantara 2,5 sampai 3,5 meter, sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Bulan yang biasa kita lihat dari Bumi yang memiliki diameter 3.474 kilometer. 

Para peneliti menuturkan, bahwa sinar pancaran 2020 CD3 memiliki kecerahan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa asteroid tersebut banyak memiliki karbon. Dikutip dari KumparanSains, berdasarkan penelitian astronom, Tony Dunn, 2020 CD3 diduga telah memasuki orbit Bumi sekitar tiga tahun yang lalu.

Bulan baru yang ditemukan ini menurut penuturan peneliti hanya bersifat sementara. Ini dapat diartikan 2020 CD3 ini memungkinkan jika dapat terhempas dan tidak lagi berada di orbit Bumi. Dikarenakan ukurannya yang juga terlalu kecil.

Sejatinya penemuan Bulan baru yang berukuran kecil ini bukan kali pertama yang ditemukan oleh peneliti, namun di tahun 2006 peneliti juga pernah mendapati Bulan yang berukuran kecil yang mengorbit ke Bumi. Bulan berukuran kecil tersebut akhirnya diberi nama RH120 2006, yang pada akhirnya terhempas dan keluar tidak mengorbit pada Bumi.