Kaharuddin (40) sedang melakukan penghidupan helikopter rakitan dibantu teman-temannya. (Foto: Istimewa)
Kaharuddin (40) sedang melakukan penghidupan helikopter rakitan dibantu teman-temannya. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Platform-platform digital rupanya memang sangat berguna dan bermanfaat jika digunakan sebagaimana mestinya. Bagaimana tidak, seorang pria Sulawesi Selatan videonya viral saat melakukan uji coba penerbangan helikopter rakitannya sendiri.

Video yang viral sekitar mulai hari Rabu (26/2/2020), membuat dirinya dicari banyak orang untuk diminta keterangan mengenai misinya dalam merakit dan menerbangkan helikopter buatannya sendiri.

Kaharuddin pria berusia 40 tahun, warga Kawerang, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dia merupakan orang yang merakit helikopter dengan belajar lewat YouTube dan Google. "Saya banyak belajar merakit, dari YouTube dan Google serta bantuan teman-teman," ucapnya.

Dia merupakan seorang lulusan sekolah teknik mesin di Makassar. Kaharuddin membuat dan merakit helikopter dengan menggunakan besi-besi tua bekas yang dirakitnya. Dia juga berprofesi sebagai tukang las. Hal ini juga membuat dirinya lebih mudah untuk merakit rangkaian besi tua yang disusun menyerupai rangka helikopter. 

Dilansir dari Kumparan, Kaharuddin mengungkapkan bahwa dia tidak akan pernah putus asa dalam melakukan percobaannya merakit helikopter. "Saya tidak pernah merasa bosan, atau mengeluh, apalagi putus asa, saya yakin dan optimis helikopter ini akan bisa terbang," ungkapnya pada hari Sabtu (29/2/2020).

Menurut penjelasan Kaharuddin, helikopter buatannya tersebut memiliki tinggi sekitar dua meter dan panjang dua setengah meter. Dalam proses perakitan helikopternya itu, Kaharuddin juga mengeluarkan uang sekitar Rp 10 juta untuk membeli bahan-bahannya. Untuk mesin sendiri, dia memilih mesin mobil Suzuki Carry yang memiliki beban mencapai 240 kilogram. Untuk menarik tali, Kaharuddin membutuhkan bantuan sekitar lima orang agar baling-baling helikopter dapat berputar. 

Saat helikopter buatannya menyala dan baling-balingnya dapat berputar, Kaharuddin merasa lega. Pasalnya helikopter yang dibangun sejak Mei 2019 itu dapat terbang, meskipun hanya 30 centimeter dari tanah.