Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kukuh Tri Sandi, MT., M.Sc. (Foto: Humas)
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kukuh Tri Sandi, MT., M.Sc. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Jawa Timur (Jatim) menempati posisi atas sebagai daerah yang tinggi tingkat kemiskinannya di Indonesia. Hal ini tentu berbanding terbalik mengingat Jatim tercatat memiliki banyak potensi.

Sebut saja, potensi wisata alam dan juga taman rekreasi buatan, potensi pertanian mengingat banyaknya daerah dengan lahan subur, serta potensi perikanan air tawar dan air laut.

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Maka, peran perguruan tinggi di khususnya wilayah Jatim menjadi krusial. Apalagi, Jatim adalah tempat dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang selalu menjadi favorit lulusan Sekolah Menengah Atas tiap tahunnya.

Pihak pemerintah provinsi berharap, seluruh perguruan tinggi di Jatim membantu mengentaskan kemiskinan. Hal ini disampaikan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kukuh Tri Sandi MT MSc.

Kukuh memberi materi kepada sekitar 80 dosen UIN Malang dalam Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset yang digagas Unit LP2M di Home Theater UIN Malang belum lama ini.

Salah satu cara yang bisa dilakukan UIN Malang untuk membantu Pemprov ialah dengan melakukan penelitian berkala sehingga ada evaluasi dan juga solusi. Seluruh kegiatan penelitian yang melibatkan masyarakat, harus linier dengan program Pemprov Jatim.

"Sehingga ada sinergi antara penelitian di universitas dan program-program yang dicanangkan pemerintah daerah," katanya.

Pihak Pemprov Jatim berharap, penelitian yang dilakukan dosen fokus pada pemberdayaan. Dengan begitu, masyarakat bisa bergeliat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

"Di kemudian hari, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi cap Jatim sebagai wilayah miskin," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua LP2M Dr Tutik Hamidah mengungkapkan bahwa kegiatan penelitian kali ini memang sejalan dengan program pemerintah daerah.

"Sekarang pemerintah kita sedang bergeliat membangun desa-desa agar tidak ada lagi istilah desa tertinggal dan tak tersentuh pembangunan," ucapnya.

Perempuan berkacamata tersebut melanjutkan, di seluruh perguruan tinggi, kegiatan penelitian diharuskan merujuk pada program pemerintah provinsi hingga daerah setempat. Khususnya penelitian yang melibatkan pembangunan kualitas masyarakat.

"Semua harus linier. Harus sejalan," tandasnya.