Penemuan sumuran di situs Desa Pendem Kecamatan Junrejo.
Penemuan sumuran di situs Desa Pendem Kecamatan Junrejo.

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Batu berencana membebaskan lahan ditemukannya situs di Desa Pendem Kecamatan Junrejo. Hal itu dikarenakan, lahan tempat temuan benda bersejarah tersebut berdiri di atas lahan milikw arga. 

Situs Pendem ditemukan itu berada di tanah milik Sutrisni, warga Gang Keramat Dusun Pendem, Desa Pedem, Kecamatan Junrejo. Lokasi tersebut adalah tanah makam milik keluarga.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menjelaskan, agar kepala Desa Pendem berkomunikasi terkait hal tersebut. Dengan menukar gulingkan lahan tersebut.

“Saya sudah minta kepada pak kades supaya bisa dikomunikasikan Siapa tahu beliau bersedia diganti di tempat lain,” ungkap Dewanti. 

Dengan ditukar gulingkannya lahan tersebut, Dewanti menginginkan tempat tersebut nantinya bisa jadi cagar budaya. Melihat Kota Batu memiliki beberapa tempat cagar budaya. 

Sedang, pada situs Pendem itu telah dilakukan eskavasi tiga tahap, dengan penemuan sumuran tepat di tengah situs Pendem berbentuk segi empat itu berukuran lebar dan tinggi 210 centimeter x 210 centimeter, dan tebal 9 centimeter pada Sabtu (15/2/2020) sore lalu. Dengan kedalaman 12 sap, ditambah penataan batu bata.

Selain itu beberapa saat lalu juga diperkuat dengan temuan yoni yang masih tersimpan sekitar 10 meter dari lokasi yang diduga candi. Situs kuno tersebut diperkirakan merupakan bangunan Batur atau Mandapa Pra Majapahit.

Dengan penemuan itu, berkaitan erat dengan prasasti Sangguran yang saat ini berada di Scotlandia di Lord Minto yang dihadiahkan oleh Raffles selaku gubernur Hindia saat itu. Mengingat prasasti Sangguran letaknya juga tak jauh dari situs Pendem.

Dengan penemuan dalam ekskavasi ketiga ini, dilakukan penutup yang melingkari situs Pendem. Dengan penggalian situs Pendem mencapai 7,5 meter x 7,5 meter.