Lalat buah yang sedang menyerang mangga. (Foto: Istimewa)
Lalat buah yang sedang menyerang mangga. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Saat musim hujan seperti sekarang ini, hama yang paling dibenci petani, khususnya petani tanaman hortikultura, adalah lalat buah. Mengapa dibenci? Karena hama ini dampaknya bisa menyebabkan gagal panen.

Tanaman yang kerap diserang lalat buah yaitu tanaman hortikultura seperti semangka, timun, blimbing, jambu biji, jeruk, mangga, pepaya, cabai, dan tomat. 

Namun, bukan berarti tidak ada cara menghadangnya. Lalat buah dapat diusir dan diantisipasi kedatangannya menggunakan daun suren. "Ambil satu genggam daun suren, lalu dihaluskan dan dicampur dengan air. Setelah tercampur merata, gunakan botol penyemprot dan semprotkan ke tanaman buah," ungkap Syaiful Asy'ari, petani hortikultura di Kecamatan Poncokusumo.

Syaiful juga menjelaskan, pohon suren banyak memiliki manfaat. Selain daunnya yang dapat digunakan untuk melindungi tanaman buah dari serangan lalat buah, kayunya pun memiliki manfaat. "Manfaat kayu suren untuk bahan bangunan. Lebih tahan lama dan tidak dimakan penyakit karena baunya yang menyengat. Bila perlu, tanamlah pohon suren di setiap tepi tanah. Bisa untuk pagar dan juga mengusir lalat buah," jelasnya.

Syaiful menambahkan, cara alternatf berikutnya untuk mengusir lalat buah adalah dengan menggunakan limbah minyak cengkeh. "Mengusir lalat buah bisa menggunakan limbah minyak dari cengkeh dengan ukuran 20 mililiter, lalu dicampur dengan air dan aduk sampai rata. Kemudian taruh pada botol penyemprot dan semprotkan secara merata di seluruh tanaman," katanya.

Cara-cara alternatif untuk mengusir lalat buah itu ditemukan Syaiful Asy'ari melalui percobaan-percobaan dan sudah diterapkan di lahan perkebunan atau pertanian khususnya di wilayah Kecamatan Poncokusumo.