Taufik, pakdhe korban dugaan aksi bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang. saat ditemui awak media. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Taufik, pakdhe korban dugaan aksi bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang. saat ditemui awak media. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca-menjalani operasi amputasi jari tengah tangan kanan semalam (Selasa, 4/2), MS -korban dugaan kasus perundungan atau bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang- dikabarkan mengalami syok.

Hal itu dikonfirmasi  pihak keluarga korban. Dikatakan bahwa MS masih seakan tidak percaya jika tubuhnya yang semula normal dengan terpaksa ruas jarinya harus dihilangkan.

Paman korban, Taufik, menyatakan saat ini fokus utama keluarga untuk memulihkan kondisi traumatis MS. Sebab, sejak  pasca-operasi semalam hingga pagi tadi, MS terus  menangis.

"Semalam selesai operasi sekitar pukul setengah 10. Anaknya sudah sadar. Semalam dia trauma, nangis terus, sampai tadi pagi baru kami bisa menenangkan," ujar Taufik, Rabu (5/2).

Ia menjelaskan, jari tengah tangan kanan korban yang diamputasi merupakan ruas ujung dan bagian ke dua. Menurut keterangan pihak rumah sakit, ujung jarinya sudah tidak dapat difungsikan.

"Seperti yang sudah diputuskan oleh dokter, bahwa yang dipotong dua ruas jari tengah sebelah kanan. Sekarang fokus kami sebagai keluarga adalah bagaimana memulihkan kondisi psikologis keponakan kami. Karena mau nggak mau, dia pasti trauma. Soalnya, dari keadaan orang normal, dia menjadi cacat," ungkapnya.

Dijelaskan, sang keponakan saat mengetahui ruas jarinya harus diamputasi,mengalami syok yang mendalam. Namun, pihak keluarga berusaha maksimal tetap memberikan pengertian untuk mengembalikan kondisi psikisnya.

"Secara psikologis, dia pasti syok. Cuma keluarga mencoba memberikan pengertian bagaimana ini harus tetap dijalani karena ini masih ada proses yang panjang," imbuh Taufik.

Pihak keluarga juga merasa beruntung  banyak pihak yang memberikan perhatian. Mulai dari pendampingan psikolog hingga pertanggungjawaban lainnya. 

Sementara, terkait dugaan perundungan, Taufik menyatakan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum yang memproses. "Insya Allah sudah ada pertanggungjawaban dari pihak terkait. Sudah ada pendampingan dari psikolog. Kami berterima kasih banyak kepada pihak yang perhatian dengan kasus ini. Banyak pihak yang peduli dan memberikan bantuan kepada kami. Kronologi  juga sudah ditangani kepolisian," pungkasnya.