Ilustrasi 'Isi Piringku' (Foto: Istimewa)
Ilustrasi 'Isi Piringku' (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Jargon tentang kebutuhan makanan sehat '4 sehat 5 sempurna' telah dikenal sejak kita belajar di bangku sekolah. Kalimat tersebut diutarakan menjadi sebuah kampanye oleh pemerintah sejak tahun 1950-an dalam mewujudkan warga negara yang sehat.

Konsep makanan gizi seimbang '4 sehat 5 sempurna' yakni makanan yang mengandung 4 sumber nutrisi yaitu makanan pokok (karbohidrat), lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kemudian disempurnakan dengan susu.

Namun, seiring perkembangan zaman pedoman '4 sehat 5 sempurna' mulai dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi. Yang akhirnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkampanyekan jargon pemenuhan gizi seimbang dengan "Isi Piringku" di tahun 2017.

Slogan ini sebagai pengganti slogan '4 Sehat 5 Sempurna' untuk pedoman konsumsi makanan sehat sehari-hari dalam memenuhi gizi seimbang.

Berbeda dengan '4 Sehat 5 Sempurna', 'Isi Piringku' menggambarkan porsi makan dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur. Dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang juga terus gencar mengenalkan konsep pemenuhan gizi dengan 'Isi Piringku' kepada warga Kota Malang. 

"Dulu kita pakai slogan 4 Sehat 5 Sempurna, namun dalam perkembangan ilmu gizi kalau hanya itu tanpa ada keseimbangan tidak akan cukup memaksimalkan kebutuhan asupan gizi," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Linda Desriwati.

Nah, dalam 'Isi piringku' ini lebih menekankan tidak hanya pada jenis makanannya saja tetapi juga membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Mulai dari makanan pokok, sayuran, buah-buahan, dan mengandung protein hewani dan nabati.

"Dengan komposisinya itu makanan pokok 1/3, kemudian 1/3 lagi sayur-sayuran, 1/6 buah-buahan, dan 1/6 lainya mengandung protein hewani dan nabati. Buah dan lauknya ini harus macam-macam jenisnya," imbuhnya.

Melalui pedoman gizi seimbang tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi setiap warga masyarakat di Kota Malang. Sehingga tidak ada lagi seorang anak mengalami kegemukan atau kekurangan gizi.

"Kalau pemenuhan gizinya seimbang, maka daya tahan tubuh anak juga akan bagus. Sehingga akan terhindar dari berbagai penyakit," tandasnya.