Warganet Rayakan Tarian Penghancur Raya: Tunggu Datangnya O2 Dijual Negara

MALANGTIMES - Warganet rela menunggu sejak dini hari sampai hari ini, Jumat (8/11/2019), atas akan lahirnya sebuah karya dari Feast, grup musik beraliran rock asal Jakarta  yang lahir dari sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.

Penantian warganet pun terbayar dengan lahirnya  'Tarian Penghancur Raya' yang mampu menyihir dan menyeret mereka pada lirik-lirik lagu Feast. Lirik lagu yang juga mampu menyambungkan pengalaman batin keseharian warganet.

@KuntoAjiW, penyanyi Indonesia, pun menuliskan, "Menyimak album baru @wordfangs (akun Twitter Baskara Putra Vokalis Feast, red) sebelum lahiran. Seperti dipinjami buku diary oleh teman dekat. Lembar demi lembar, dengan senyum kecil dan mata berkaca-kaca saya dibawa melihat kehidupan."

Senada yang dikemukakan @fadilfdllh. "Pecah boss @listentofeast @wordfangs. Keadaan negri kita tergambar jelas di lagu ini, .Feast - Tarian penghancur raya. Terimakasih telah menyadarkan kita lagi bahwa masalah negara kita tidak sebercanda itu," tulisnya.

"Kerja bakti menyusun neraka
Kita miliki bahan bakarnya
Perihal waktu tunggu datangnya
O2 dijual oleh negara".....

Begitulah penggalan lirik Tarian Penghancur Raya yang kini menjadi trending topic Twitter dengan cuitan sampai berita ditulis mencapai 1.883 perbincangan dan akan terus bergerak setiap jamnya.

Hal ini terekam dari video premier lagu Tarian Penghancur Raya yang diunggah di YouTube. Hanya beberapa jam, lagu itu  telah didengarkan 31 ribu views.

Album baru Feast ini memang memiliki lirik yang gelap, dalam dan magis serta mampu merekam berbagai kondisi sosial politik Indonesia saat ini. Hal inilah yang membuat warganet pun rela begadang untuk menanti lahirnya Tarian Penghancur Raya yang memotret berbagai peristiwa nyata keseharian masyarakat Indonesia.
Misalnya, bagaimana Feast mengangkat budaya lokal di Banyuwangi tentang Tari Gandrung yang sempat ramai mendapat represi ormas FPI dan disebutnya bisa menyesatkan umat.

"Berbicara cepat bilang haram
Kearifan lokal yang dibungkam".

@levazya pun menyatakan, "terimakasih @wordfangs sudah mau mengangkat salah satu isu sosial di lingkungan kami banyuwangi, lewat video clip di lagu terbarunya "tarian penghancur raya" saat adanya represi dari ormas FPI untuk acara tari 1000 gandrung di pantai boom banyuwangi."

Tak hanya itu. Berbagai persoalan lingkungan hidup pun disoal dengan indah melalui lirik Tarian Penghancur Raya ini.

"Laut dan pegunungan kecewa
Kudeta besar alam semesta
Siarkan kabar penelan surya
Meleleh matikan kutub utara".
"Perihal waktu tunggu datangnya
O2 dijual oleh negara".

@alfinrahmatia pun tersengat dan menyampaikan, "O2 dijual oleh negara" sebagai rakyat Palangka Raya. Itu kalimat paling magis dari semua lirik di Tarian Penghancur Raya."

Hal sama diungkap oleh @Ilhamdwks1, "Gamelannya terngiang-ngiang, liriknya ngena banget.  terimakasih sudah mewakilkan suara rakyat yang tidak berdaya melawan penguasa, terus berkarya jaya terus, semoga terdengar oleh para penguasa," harap nya.

Tarian Penghancur Raya merupakan lagu yang diambil dari album 'Membangun dan Menghancurkan'. Sebuah album setelah dua karya Feast lainnya yaitu album studii Multiverses (2017) dan album mini Beberapa Orang Memaafkan (2018) lahir duluan.

Grup band yang aktif sejak 2012 ini digawangi oleh Baskara Putra (vokal, synthesizer), Adnan S.P.(giitar), Dicky Renanda (gitar), F. Fikriawan (bass) dan Adrianus Aristo Haryo (Bodat) di drum. Dikenal dengan lirik indah tapi tajam dan gelap dalam berbagai persoalan nyata di keseharian masyarakat Indonesia. Seperti dalam lagu "Berita Kehilangan" yang dirilis pada 10 Agustus 2018 lalu yang  bercerita tentang hal-hal nyata tentang kriminalisasi yang pernah terjadi di Indonesia, seperti kasus pemerkosaan, pemberontakan tanpa alasan, serta pelatihan bibit-bibit teroris.

Kini, Tarian Penghancur Raya pun disambut suka cita masyarakat dikarenakan adanya keterwakilan pengalaman batin mereka dengan lirik yang disampaikan. 

"Pun Pepohonan tak berkuasa, lawan kebijakan yang bertamasya/ O2 dijual negara" maka "kudeta besar alam semesta dengan amalkan tarian penghancur raya dan kobarkan tarian penghancur raya" akan terus bergema.

Top