Bupati Malang Sanusi berjanji sekolah gratis di jenjang satuan pendidikan paling dasar sampai menengah di tahun 2020 selain adanya BOSDA (Humas Pemkab Malang))
Bupati Malang Sanusi berjanji sekolah gratis di jenjang satuan pendidikan paling dasar sampai menengah di tahun 2020 selain adanya BOSDA (Humas Pemkab Malang))

MALANGTIMES - Bupati Malang Sanusi kembali menyampaikan kepada masyarakat terkait program kerjanya di tahun 2020 nanti.  Yakni, terkait pelayanan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang, dengan menggratiskan uang SPP.


Tak hanya di satuan tingkatan dasar dan menengah (SD dan SMP) Negeri saja. Siswa yang bersekolah di  swasta pun akan kebagian jatah SPP gratis di tahun 2020. Bahkan, Sanusi, menegaskan, orang tua siswa yang anaknya sekolah di PAUD (taman belajar dan TK) pun tak perlu membayar SPP bulanan.
"Semua akan dibantu SPP gratis dari SD, SMP, sampai PAUD. Bahkan, untuk pesantren, madrasah diniyah dan lembaga pendidikan Islam lainnya akan mendapat bantuan Bosda. Ini sudah kita anggarkan dan rencana direalisasikan tahun depan," ucap Sanusi, Minggu (3/11/2019) di hadapan masyarakat desa Plandi, Kecamatan Wonosari.
Sanusi melanjutkan, bahwa Pemkab Malang tak ingin ada masyarakatnya yang tak sekolah. Hal ini juga didasarkan pada kewajiban sekolah sembilan tahun dari pemerintah pusat. Walaupun dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, setiap tahunnya angka putus sekolah usia SD dan SMP terus meningkat.
Dimana, tahun 2018 lalu terdapat 296 anak usia SD dan SMP yang putus sekolah dengan beberapa faktor yang salah satunya karena ekonomi. Dengan rincian anak usia SD sebanyak 166 orang dan SMP 130 anak.
Kondisi inipun tak hanya dikarenakan faktor ekonomi, tapi ada pemicu lainnya yang patut menjadi perhatian serius Pemkab Malang. Sehingga untuk harapan baik seluruh anak usia sekolah mendapatkan haknya, tak hanya melulu karena ketakmampuan membayar SPP bulanan.
Slamet Suyono Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, membenarkan angka putus sekolah tersebut. Serta menyatakan, faktornya selain ekonomi adalah pernikahan dini, memilih bekerja dibandingkan sekolah, serta faktor internal dalam keluarganya atau karena broken home.
Penekanan sekolah gratis di setiap jenjang satuan pendidikan yang digelorakan Sanusi di setiap kegiatan, tentu patut diapresiasi dan ditunggu realisasinya di tahun depan. Karena dengan SPP gratis tentunya akan membantu orang tua siswa di tengah berbagai lonjakan kenaikan yang sudah menghadang tahun 2020.
"Tentu kita sambut gembira kalau sekolah bisa gratis. Semoga terealisasi dan kita tunggu tahun depan. Ini bisa meringankan beban kami juga," ucap Komaruddin warga di wilayah Wonosari.
Dirinya juga berharap banyak, bahwa hal itu benar-benar diwujudkan. Bukan sekedar harapan belaka yang kerap juga menimpanya selama ini. "Itu tadi semoga bisa benar-benar terlaksana, karena kan sering kita dengar sekolah gratis tapi tetap saja orang tua wajib bayar SPP," ujarnya.
Walau secara teknis tak pernah dibahasakan oleh Sanusi, sekolah gratis yang kerap digelorakan itu telah menumbuhkan asa baru bagi masyarakat Kabupaten Malang. Khususnya, bagi masyarakat dengan ekonomi bawah atau pra sejahtera.
Bila terealisasi, maka harapan Sanusi kepada dunia pendidikan yang dimintanya bisa meningkat kualitasnya, yaitu nilai siswa minimal rata-rata sembilan di seluruh lembaga pendidikan, dimungkinan juga bisa dirintis secara merata di Kabupaten Malang.
"Kita ingin seluruh warga tak ada yang tidak sekolah. Semua harus sekolah dan nilainya harus bagus. Minimal saya target rata-rata sembilan. Karena itu Pemkab Malang akan fokus di pendidikan dan juga kesehatan gratis tahun depan," pungkas Sanusi.