Proses kegiatan pengobatan gratis yang dilakukan Universitas Brawijaya di Masjid Baitul Makmur (Hendra Saputra)
Proses kegiatan pengobatan gratis yang dilakukan Universitas Brawijaya di Masjid Baitul Makmur (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang yang diwakili beberapa fakultasnya menggelar pengobatan gratis bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) dan Perhimpunan Dokter Nahdatul Ulama (PDNU) sebagai rangkaian acara dari peringatan Hari Santri Nasional 2019. 

Acara Minggu (3/11/2019) hari ini digelar di Masjid Baitul Makmur, Jalan Bareng Kartini Gang 3/G, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Universitas Brawijaya yang juga ikut memperingati Hari Santri Nasional dan dimana pengobatan gratis adalah salah satu rangkaiannya diawali dengan memberikan tema "Dialektika Islam dan Kebangsaan Tafsir Konstektual Resolusi Jihad untuk Keilmuan dan Peradaban".

Sekretaris panitia Hari Santri UB 2019 Dr. rer. pol. Romy Hermawan, S.Sos. MAP mengatakan bahwa kegiatan ini masih bagian dari peringatan Hari Santri yang dilakukan UB.

Karenanya, kegiatan mulia ini didukung oleh seluruh fakultas yang ada di lingkup Universitas Brawijaya.

"Kami dari UB datang kurang lebih 20 orang, lalu masyarakat yang berobat ada 100 orang di semua umur dan siapapun boleh memeriksakan penyakitnya. Tidak harus muslim, non muslim pun juga boleh berobat, jadi yang kita bawa ini semangat Bhineka Tunggal Ika. Ini bagian dari tugas kami dari akademisi adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Jadi sekarang adalah pengabdian masyarakat, dengan adanya pengobatan gratis ini UB membantu program pemerintah memberikan pengobatan yang bisa diterima masyarakat dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu dokter dari Perhimpunan Dokter Nahdatul Ulama (PDNU) dr. M. H. Henalsyah atau Acha yang menggantikan peran dari Ketua Umum PDNU pusat dr. Muhammad S Niam yang juga putra dari Kyai Haji (KH) Masduqi Mahfudz mengatakan bahwa kegiatan ini harus dilanjutkan, karenanya ia berharap agar sinergi seperti ini digelar rutin.

"Harus menjadi sesuatu yang rutin, karena bukan hanya kita ingin masyarakat sehat tapi juga menjadikan negara ini aman dan damai, NKRI harga mati adalah suatu tujuan penting," kata dr. Acha.

"Saya mewakili dokter Niam, putranya KH Masduqi, ini saya rasa adalah hal yang baik yang ke depannya bisa dibuat lebih besar dan lengkap lagi penanganannya, karena jika santri sehat, negara kuat," imbuhnya.

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan, dr. Acha mengaku melihat kesehatan warga Bareng Kartini 3/G secara umum. 

"Jadi semua boleh berobat kesini, baik tua muda wanita pria. Tujuannya selain screening kesehatan warga dan juga jangan sampai ada penyakit yang tidak diketahui oleh masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan ulama yang juga sebagai tuan rumah penyelenggara pengobatan gratis di Jalan Bareng Kartini Gang 3/G, Gus Hisa mengungkapkan bahwa kegiatan pengobatan gratis di Masjid Baitul Makmur ini rutin digelar. 

Namun yang membedakan biasanya adalah pengobatan alternatif dan kini yang sedang digelar adalah pengobatan medis.

"Kegiatan ini (pengobatan gratis) dilakukan rutin sebulan sekali. Dan baru kali ini kita kebagian pengobatan gratis medis. Biasanya kita juga pakai alternatif, mulai bekam gurah dan lain-lain rutin setiap bulan. Kalau check up timbang badan, gula, tensi itu kita jamaah setiap bulan. Nah ini masyarakat kurang lebih 100 yang datang, dari lingkungan sini baik muslin maupun non muslim, jadi siapapun bisa berobat disini," ujar Gus Hisa.

Sebelumnya, peringatan Hari Santri Nasional 2019 sudah dilakukan Universitas Brawijaya dengan mendatangkan Gus Muwafiq, ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari Jogjakarta sebagai penceramah.