Youtuber dan juga pemeran film Yowis Ben, Bayu Skak (Hendra Saputra)
Youtuber dan juga pemeran film Yowis Ben, Bayu Skak (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Persaingan dunia industri audiovisual yang saat ini sangat ketat dianggap Youtuber asal Malang, Bayu Skak masih menjanjikan dan bisa lebih bagus ke depannya. Saat ini bisa dikatakan setiap orang mempunyai keinginan menjadi Youtuber agar bisa mendapat keuntungan di bidang audiovisual tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Bayu Skak saat memberikan motivasi kepada peserta Lensa Academy 2019, Malang dengan tema mengupas rahasia menjadi vlogger kreatif. Dan menurutnya, antusiasme dari Kota Malang sangat bagus untuk menjadi vlogger ataupun Youtuber profesional.

"Antusiasme peserta dari Malang bagus, banyak pertanyaan yang diberikan kepada saya dan tidak ada yang di luar dari konten.  Dan YouTube atau dalam hal ini audio visual saya rasa masih sangat menjanjikan, karena di semua media sosial sekarang juga menggunakan audio visual," ungkap Bayu.

Saat sharing bersama peserta, Bayu mengungkapkan bahwa saat ini banyak Youtuber atau Vlogger hanya sekadar membuat konten, tapi tidak tahu kemana pasar yang dituju. Hal tersebut menurutnya akan sia-sia, karena ke depannya juga kesulitan membuat konten lanjutan.

"Intinya dalam dunia YouTube itu kita harus tahu dahulu pasar yang akan disasar, karena kalau sekadar ikut atau membuat konten tentu kita akan kesulitan untuk selanjutnya," katanya.

Kini dalam pantauan MalangTIMES, YouTube mempunyai standart untuk menentukan seorang pemilik akun untuk mendapat penghargaan bahkan penghasilan. Kurang lebih sekarang minimal harus mempunyai 10 ribu penonton di setiap konten baru bisa mendapatkan keuntungan.

"Jadi bagi Youtuber pemula tentu di situ kesulitannya. Sekarang saya memotivasi temen-temen itu melalui kepuasan saja ketika membuat konten, kalau ketika membuat konten saja tidak puas ya buat apa, karena kan sekarang banyak sekali Youtuber baru bermunculan," jelas pemeran film Yowis Ben itu.

Di sisi lain, perwakilan dari Lensa Academy 2019 Malang Sigit Diapsoputro mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat-bakat pegiat seni audio dan visual, agar lebih kreatif dalam mengembangkan keterampilan dan bakat, seiring perkembangan industri teknologi.

"Di sini bakat-bakat audio-visual kami berikan semacam workshop dengan mendatangkan pembicara yang juga di bidangnya. Nantinya bakat-bakat ini juga akan diseleksi dan dipilih untuk berkesempatan memacu kemampuan yang didapat selama workshop, di Jakarta dan berlanjut ke Vietnam," katanya.

Lanjut Sigit, menurutnya Kota malang jika di-compare dengan kota lain masih sangat bagus, terutama dari fotografernya yang dirasa memiliki banyak potensi. "Tentu kami bangga, karena dari Malang sendiri banyak bakat-bakat yang tidak kalah dari daerah lain," terangnya mengakhiri.