MALANGTIMES - Aksi demo yang berlangsung di depan gedung DPRD Kota Malang sempat memanas beberapa saat. Massa yang memaksa masuk dan mendobrak pintu gerbang sisi selatan akhirnya dihentikan dengan water canon oleh polisi.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Akibat insiden yang cukup memanas beberapa saat itu, korban berjatuhan. Salah satunya adalah wartawan MalangTIMES yang tengah bertugas, Anggoro Sudiangko. Pria yang akrab disapa Angga itu mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri, jempol kaki sebelah kanan, dan siku kanan.
"Nggak tahu tadi itu. Saya kena lemparan air atau terdorong. Tahu-tahu sudah tertelungkup di tanah dan luka pada bagian kaki. Lumayan sakit," ungkap Angga.
Sementara itu, beberapa saat usai terjadinya aksi menegangkan itu, terlihat kondisi di luar gedung DPRD kembali kondusif. Pemandangan adem terlihat saat massa mahasiswa berkomunikasi dengan petugas.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Tampak seorang petugas yang sengaja mengenakan seragam sipil serta seorang TNI memberikan beberapa air mineral kepada demonstran yang sengaja meminta air. "Pak haus, Pak," teriak massa dari luar pagar.
Dua petugas pun langsung memberikan beberapa air mineral yang ditata dalam kardus. Sementara saat ini, massa masih berada di kawasan gedung DPRD Kota Malang.
