Souvenir yang memanfaatkan biji salak inisiasi KKN Unikama (Unikama for MalangTIMES)
Souvenir yang memanfaatkan biji salak inisiasi KKN Unikama (Unikama for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Buah salak yang memiliki rasa unik merupakan salah satu buah favorit masyarakat. Dalam satu buah salak terdapat tiga potensi yaitu kulit salak, daging buah salak, dan biji salak. Namun kebanyakan orang hanya menikmati dagingnya saja, dan membuang kulit ataupun bijinya karena dianggap sudah tidak bisa untuk dimanfaatkan.

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Namun jangan salah, limbah buah salak, seperti biji, justru bisa menjadi potensi meraih pundi-pundi uang. Jika seseorang berani melakukan langkah atau inisiatif, maka akan dapat membuat sebuah karya dengan limbah salak. Bentuk karya tersebut, bisa saja dengan membuat sebuah souvenir memanfaatkan biji salak.

Seperti halnya inisiatif yang dilakukan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Di desa yang memang terkenal dengan sumber daya alam, khususnya buah salak tersebut, KKN Unikama memanfaatkan biji salak menjadi sebuah produk souvenir yang begitu menarik.  

Ide tersebut muncul dari observasi yang sebelumnya dilakukan oleh KKN Unikama, dengan membuat produk-produk souvenir seperti kalung, gelang, gantungan kunci maupun tirai yang menggunakan bahan dari biji salak dipadukan dengan bahan pendukung lain.

Hasil atau produk souvenir, nantinya bisa diletakkan di lokasi wisata Coban Srengenge yang banyak dikunjungi wisatawan sehingga bisa menjadi oleh-oleh atau buah tangan saat berkunjung ke Coban Srengenge.

Mengenai ide pemanfaatan biji buah salak tersebut, telah disosialisasikan oleh KKN Unikama, melalui pelatihan pembuatan souvenir dari bahan biji salak pada ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH) yang diadakan beberapa waktu lalu.

Dalam latihan tersebut ditegaskan jika biji salak sebenarnya sangat bernilai ekonomis jika dimanfaatkan dengan benar. Seperti dibuat menjadi souvenir yang itu bisa menjadi souvenir khas daerah Tirtomarto. “Selama ini biji salak cenderung diabaikan oleh warga Tirtomarto. Tetapi dengan adanya kreasi dari mahasiswa KKN Unikama 2019, biji salak dapat memiliki nilai ekonomis” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Tirtomato.

Sementara itu, dalam pelatihan yang digawangi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi,  berjalan dengan baik serta mendapatkan sambutan hangat dan antusias dari para peserta.

"Pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari biji salak, merupakan program kerja (proker) unggulan dari mahasiswa Unikama 2019 yang ditempatkan di desa Tirtomato. Diharapkan dengan melibatkan ibu-ibu PKH ( Program Keluarga Harapan), dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Tirtomarto, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat” ungkap Sarah Emmanuel Haryono.

Dijelaskannya lebih lanjut, jika dalam pembuatan souvenir memanfaatkan bahan biji salak, bahan pendukung lain yang dibutuhkan tidaklah sulit dan sangat mudah didapat.

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Bahan-bahan tersebut antara lain, biji salak, manik-manik, benang rajut,benang gantungan, cat kayu, kuas, korek api, gunting, jarum besar, batang lidi, bor untuk melubangi biji salak.

Sementara untuk cara pembuatannya, huga cukup mudah, yakni hanya tinggal menyiapkan beberapa biji salak yang telah dicuci bersih dan dikeringkan. Kemudian, lubangi biji salak dengan bor. Lalu masukkan batang lidi ke dalam biji salak yang telah dilubangi.

Selanjutnya, lakukan proses pengecatan dengan kombinasi warna yang cantik. Setelah selesai, jemur hasil biji salak yang telah diwarnai. Masukkan benang pada jarum, pintal bagian ujung dan sisakan benang sebagian, kemudian masukkan manik-manik dan biji salak sesuai kreasi yang diinginkan, pintal bagian atas kemudian pasang ring gantungan.