MALANGTIMES - Rupanya pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak hanya persoalan pembangunan daerah saja. Nyatanya, pakaian khas Indonesia yakni batik juga menjadi perhatian khusus.
Bagaimana tidak, kain khas Indonesia tersebut memiliki makna yang besar bagi bangsa. Karenanya, Pemkot Malang ingin kedepan ada batik khas Ngalam (Malang) yang bisa digunakan khusus di Kota Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan jika Pemkot Malang ingin adanya khas dari karya arek Malang. Sehingga Kota Malang bakal memiliki karya dan menjadi tuan rumah sendiri dengan batik yang khas Malangan.
"Kita masih punya PR, keinginan kita memiliki batik khas Malang. Kita akan buat lingkungan batik sendiri, untuk kita dari kita. Saya kepingin kita bisa menjadi tuan rumah di Kota Malang," ujar dia.
Menurut dia, nantinya batik tersebut bakal bisa diterapkan untuk digunakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan anak sekolah di lingkungan Kota Malang. Hanya saja, pemberlakuan pemakaian batik tersebut tidak serta merta menggampangkan. Pria yang akrab disapa Aji ini menginginkan ada motif batik yang memiliki filosofi khusus untuk menjadikan kekhasan Kota Malang.
"Insya Allah itu akan kita terapkan, tapi ya kita masih cari motif. Kita kepingin filosofinya ini karakternya nanti seperti apa, tolong diaktualisasikan dalam bentuk batik. Sehingga itu nanti akan menjadi khas Malang," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan target Pemkot Malang di tahun 2021 mendatang Kota Malang sudah bisa memiliki lingkungan industri batik. Mulai dari proses produksinya, hingga hasil yang bisa disebarluaskan. "Kita lihat saja nanti, mudah-mudahan di tahun 2021 itu kita sudah punya lingkungan industri batik, produksi dari kita sendiri lah," pungkas dia.
