Bisma Kharisma dan Tya Mihoo saat menerima hadiah Digi Race Competition 2019 di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Bisma Kharisma dan Tya Mihoo saat menerima hadiah Digi Race Competition 2019 di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyanyi, aktor yang juga influencer media sosial Bisma Karisma bersama selebgram Tya Mihoo berhasil menjadi pemenang Digi Race Competition 2019. Mereka mengalahkan 5 tim influencer lainnya setelah berhasil memenangkan tantangan di 4 kota besar di Indonesia. Salah satunya, tantangan meracik pecel Kawi, salah satu kuliner legendaris di Kota Malang.
 

Dalam lomba "balapan digital" yang digelar  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) selama empat hari mulai 22-25 Agustus 2019 tersebut, 12 influencer mendapat tantangan untuk memastikan kualitas jaringan data hasil fiberisasi di sejumlah daerah. Mulai dari Jakarta, Surakarta, Surabaya dan finish di Malang. 

Selain Bisma dan Tya, influencer lain yang ikut balapan di antaranya Dimas Ramadhan, Wulan Nurul Fitroh, Olivia Gosandra, Den Dimas, Joe Angin, Kevin Anggara, Ghandy November, Reza Alif, Aggiangga Muliyadi, dan Berlian Marshella. 

Selama di Surakarta, mereka mengunjungi Omah Sinten Resto, De Tjolomadoe, Kampung Batik Kauman, dan Goela Klapa di Surakarta. Di Surabaya, mereka ke Onni House Kitchen, Babeh St Resto, Food Junction, dan Hotel Mojopahit. Sementara itu di Malang, peserta singgah di Golden Heritage Koffie, Pecel Kawi 1975, Tugu Malang dan terakhir di Djati Lounge.

Baik Bisma maupun Tya mengaku tantangan di Malang cukup mengesankan. Misalnya mereka harus bermain game foo-pong untuk bisa menyelesaikan tantangan meracik pecel Kawi yang mulai eksis sejak 1975. 

"Bikin pecelnya nggak susah. Lempar mantul bola pingpongnya yang susah. Sebelumnya kami udah dengerin racikan pecel ini gimana sih lewat podcast nya XL. Jadi, ramuannya di situ dijelasin, bahannya juga sudah disiapkan, baru kita tentuin lewat game food-pong itu," terang Bisma, saat ditemui usai acara di Djati Lounge, Araya City, Malang, Minggu (25/8/2019) malam. 

Tantangan lainnya yaitu memeragakan beberapa pose couple-yoga di tengah Alun-Alun Tugu Kota Malang. "Yoga couple susah banget. Di situ lumayan lama karena misi terakhir. Harus bikin pose yang perfect dalam waktu singkat. Memang waktu penyelesaian misinya nggak dibatasi, tapi kan ini kejar-kejaran sama yang lain. Jadi, harus cepet takut tim yang lain mengejar," terang salah satu member boyband SM*SH itu. "Untung jaringannya XL bagus banget di Malang buat mecahin clue-clue  jawaban buat challenge," terangnya. 

Dia mengaku merasa bangga bisa memenangkan event tersebut. "Sempet bingung harus gimana-gimana. Kan pas hari kedua harus ngejar karena sempat tertinggal. Sempet drama juga. Tapi kita nggak berantem satu tim. Ini event kompetitif yang positif. Kita beneran fun, bener-bener nambah pengalaman," ucapnya. 

Head Brand Management XL Axiata Tbk Kenny Kwanto mengungkapkan, event tersebut memang sengaja digelar untuk meyakinkan masyarakat luas atas upaya dalam meningkatkan kualitas layanan data. "Event Digi Race Competition 2019 ini berani kami selenggarakan karena kami yakin kualitas jaringan data XL Axiata kini semakin meningkat seiring proses fiberisasi yang telah terlaksana di sebagian besar wilayah layanan di Pulau Jawa," ujarnya.

Dengan mengundang para tokoh yang memiliki pengaruh kuat di media sosial atau yang biasa kita sebut sebagai key opinion leader (KOL), lanjutnya, XL berusaha menunjukkan bahwa kualitas layanan data mereka mampu mendukung aktivitas produktif para influencer. "Karena di setiap kota mereka mendapatkan berbagai tantangan yang harus menggunakan data dan koneksi internet yang lancar, tanpa buffer, tanpa lag," terangnya. 

Para anak muda tersebut dipilih juga karena dinilai punya pengaruh pada generasi milenial. "Mereka kan masing-masing punya basis follower yang terkategori youth, yang juga menjadi salah satu target market. Karena pola konsumsi data mereka juga tinggi. Termasuk di Kota Malang ini dipilih selain karena basis pengguna XL, juga karena fiberisasi sudah mencapai sekitar 70 persen dari target," kata Kenny.