MALANGTIMES - Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2019. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi yang terjadi masih kalah dibandingkan kelompok provinsi di Pulau Sulawesi.
Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku (Adhb) triwulan II-2019 mencapai Rp 3 963,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2735,2 triliun. "Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan II-2018 tumbuh 5,05 persen year on year (y-on-y)," ungkap Kepala BPS Suhariyanto.
Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,11 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,31 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,01 persen.
"Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kelompok provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 6,76 persen (y-on-y)," terangnya. Sumbangan PDB kelompok provinsi Pulau Sulawesi sendiri tercatat hanya sekitar 6,34 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa sebesar 5,68 persen, Kalimantan 5,60 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,05 persen, dan Sumatera 4,62 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, di mana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,73 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 15,27 persen.
Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19
Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan I-2019 meningkat sebesar 4,20 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,80 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 36,28 persen.
Ekonomi Indonesia semester I-2019 dibanding semester I-2018 tumbuh 5,0 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 16,09 persen.
