MALANGTIMES - Kepercayaan diri yang semakin tinggi atas torehan positif di Pemilu 2019 membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah on fire untuk menghadapi pilkada  serentak 2020  mendatang.
Bahkan, target kemenangan pun sudah dilayangkan kepada publik terkait pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah di tahun itu. Khususnya di Jawa Timur (Jatim) yang merupakan basis PKB selama ini.

Melalui Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, target kemenangan tersebut dipatok untuk sembilan daerah. "Target kita di pilkada 2020 adalah sembilan daerah bisa kita kuasai. Ini cukup realistis dengan trend suara PKB saat ini," ucap Halim sambil menyebut daerah-daerah yang akan dipastikan meraih kemenangan di pilkada 2020.
Yakni Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Banyuwangi, Tuban, Sumenep, dan Situbondo.

"Sembilan daerah itu adalah wilayah prioritas untuk pemenangan pilkada 2020 mendatang. Kita sangat siap untuk itu," ujar Halim.

Di Kabupaten Malang, misalnya, raihan PKB memang cukup signifikan dibanding Pemilu 2014 yang hanya bisa mengamankan 8 kursi legislatif. Di Pemilu 2019, PKB Kabupaten Malang melonjak dan menguasai 12 kursi legislatif. Plus satu kursi yang sampai saat ini dalam sengketa.

Naiknya suara inilah yang sempat membuat kegembiraan para kader PKB serta mulai ramainya bursa kader yang akan diusungnya dalam pilkada 2020. Sempat mencuat nama Sanusi, plt bupati Malang, yang digadang-gadang menjadi pilihan pertama  yang dilontarkan oleh politisi PKB, sejak Mei 2019 lalu.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad atau Gus Ali pun namanya mulai meroket dalam bursa Pilkada 2020. Kader PKB dan berbagai tokoh, bahkan menyampaikan, Gus Ali yang dimungkinkan besar mendapat rekom DPP untuk maju dibandingkan Sanusi. Seperti yang disampaikan Abdul Qadir, pemerhati sosial politik Malang Raya. "Jejak rekam positif Gus Ali membawa PKB terlihat di pemilu 2019, itu prestasi besar. Kursi PKB di DPR pun menjadi 2 karena Gus Ali mampu lolos menuju Senayan," ujarnya.

Sedangkan Sanusi, walau kini menggenggam jabatan prestisius, yakni plt bupati Malang. Masih menurut Qadir, rekam jejaknya cukup tercoreng terkait kebijakan mutasi beberapa waktu lalu.
" Ada rekam jejak yang kurang baik soal kasus mutasi di Pemkab Malang yang jelas sudah menjadi catatan bagi DPP PKB,” ujarnya.

Dimungkinkan pula bahwa kedua tokoh itu bergandeng tangan dan menjadi pasangan yang akan direkomendasi oleh PKB dalam pilkada 2020. Hal ini didasarkan pada pernyataan Halim, yang mengatakan membuka kemungkinan ‘mengawinkan’ dua kadernya menjadi satu pasangan calon kepala daerah. "Kami lihat peluangnya. Meskipun demikian, itu bukan keputusan akhir,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan para tokoh NU dalam kontestasi lilkada 2020? Abdul Qadir menyampaikan, tidak menutup kemungkinan, tokoh di luar tubuh PKB secara organisasi pun menyeruak menjadi calon yang meramaikan bursa pilkada 2020. 

"Hal itu bisa terjadi. Karena partai tidak terpaku pada kadernya saja. Kalau ini terjadi maka ada dua sosok kader NU potensial," ujarnya yang menyebut nama Umar Usman, ketua PCNU Kabupaten Malang, dan Hasan Abadi, rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang.

Dari beberapa informasi di internal PKB, proses penjaringan calon kepala daerah 2020, akan dilaksanakan di tahun ini juga. Namun, proses seleksinya akan bersifat informal. Selain itu, PKB juga akan menampung suara pengurus di berbagai tingkat kecamatan sampai rekomendasi para kiai dan ulama sepuh dalam melakukan seleksi calon kepala daerah 2020.