Rocky Gerung: MK Sembelit karena Tidak Bisa Mencerna Justice

MALANGTIMES - Rocky Gerung kembali melontarkan pernyataan yang mengusik terkait paska keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara persidangan suara hasil pemilu yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga.

Akademisi yang mencuat dengan berbagai pernyataannya dalam hiruk pikuk Pemilu 2019 lalu ini menyampaikan, bahwa keputusan MK tidak tuntas dan menyimpan persoalan yang sama di masa yang akan datang.

"Keputusan MK tidak memberikan formulasi dan terobosan hukum baru dan gagal mengambil momentum. Tidak tuntas. Demokrasi kita akan menghadapi hal sama nanti (Pilkada 2020). MK mengalami sembelit karena tidak bisa mencerna justice," ucapnya dalam acara debat di salah satu stasiun televisi, Selasa (02/07/2019) malam.

Pernyataan itu pun dicontohkan pada dua lawyer dari kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga, yang masih ngotot dan berdebat terkait putusan MK.

"Bahkan bukan hanya dua lawyer itu yang masih kesel, di publik juga demikian. Kita dibuat macet berpikir karena MK sudah memutuskan secara legal bukan benar," ujar Rocky.

Kondisi inilah yang membuat masyarakat masih terbelah dua dalam pusaran Pilpres 2019, walaupun telah final hasil dari kontestasi itu. 
MK, lanjut Rocky tidak memanfaatkan kemampuannya secara maksimal dalam memutus perkara yang akan bisa terjadi lagi di kemudian hari. Hal ini karena lambung MK tidak dibuat untuk mencerna justice.

"Jadi MK tidak bisa membaca gramatikal justice. MK hanya memutus legalitasnya saja, tapi legitimasi tidak bisa diselesaikan. Ini yang membuat putusan MK serupa orang sembelit karena lambungnya tidak bisa mencerna," tegasnya.

Alumni Universitas Indonesia ini pun memberikan beberapa saran terkait kondisi paska putusan MK. Yakni bangsa Indonesia membutuhkan badai baru untuk menciptakan rekonsialisasi antara kedua belah kubu.

"Harus ada badai baru untuk rekonsialisasi agar kita  bisa berselancar bersama," pungkasnya.

 

Top