Isi Ban Kendaraan Disarankan Pakai Nitrogen, Ini Penjelasannya

MALANGTIMES - Masyarakat pengguna kendaraan, memang masih belum banyak yang mengetahui perbedaan antara pengisian angin ban kendaraan menggunakan angin oksigen biasa dan juga pengisian angin ban kendaraan menggunakan nitrogen.

Dan beberapa juga ada yang beranggapan, jika pengisian angin ban dengan oksigen dan angin nitrogen adalah sama tanpa ada perbedaan. 

Sebetulnya, hal itu salah. Sebab, justru angin nitrogen lebih memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan angin oksigen biasa untuk pengisian angin ban kendaraan.

Masyarakat pemilik kendaraan, disarankan untuk melakukan pengisian angin ban kendaraannya, dengan angin Nitrogen. 

Seperti yang diungkapan oleh Setia Purnama , Trainer Sentul Driving Course dalam kesempatan beberapa waktu lalu di Lapangan Rampal.

"Masyarakat lebih baik dianjurkan mengisi dengan nitrogen. Sebab, mengisi dengan nitrogen akan lebih awet dibandingkan mengisi dengan angin oksigen biasa, sehingga ban juga akan terus optimal tidak gampang berkurang anginnya," bebernya pada MalangTIMES.

Lebih lanjut dijelaskan, jika kandungan pada kedua jenis gas tersebut, berbeda. 

Keawetan angin ban dengan menggunakan nitrogen, disebabkan karena kandungan molekul dalam nitrogen jauh lebih besar dibandingkan molekul angin biasa.

"Jika diibaratkan, kandungan molekul nitrogen sebesar bola kasti, sedangkan angin biasa sebesar kelereng. Dan molekul itu akan terus menyusut. Karena molekul nitrogen lebih besar, jadi lebih awet, kalau oksigen kan molekulnya kecil, jadi cepat penyusutannya,"bebernya

Selain itu, masyarakat juga disarankan ketika mengisi angin ban kendaraan, agar lebih baik   mengisi angin dengan sedikit berlebih. 

Sebab, hal ini menghindari ban sedikit kempos yang itu justru akan merusak ban seperti ban akan melar pada bagian tertentu dan merusak material ban.

"Lebihkan sedikit nggak apa-apa, mengorbankan kenyamanan, dari pada sedikit nanti cepat kempos, malah akan mempercepat ban rusak," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang akan membeli ban kendaraan, agar selalu teliti. Sebab ban kendaraan juga mempunyai masa kadaluarsa selama Lima tahun.

"Kalau beli ban perhatikan masa kadaluarsanya. Biasa di ban Ada angka, misalnya 14/19, nah angka 14 ini Minggu pembuatannya. Dan 19 tahun produksinya. Sehingga kalau beli ban, Cari yang Minggu pembuatannya nggak jauh sama saat kita beli," pungkasnya 

 

Top