Keindahan dan eksotisme pantai Kondang Merak, Bantur, Kabupaten Malang, surga tersembunyi yang akan terbuka dengan lanjutan pembangunan JLS II (Ist)

Keindahan dan eksotisme pantai Kondang Merak, Bantur, Kabupaten Malang, surga tersembunyi yang akan terbuka dengan lanjutan pembangunan JLS II (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Harapan besar masyarakat Kabupaten Malang, wisatawan serta tentunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, atas mulusnya jalan pariwisata di Jalur Lintas Selatan (JLS) semakin di depan mata.

Pembangunan JLS tahap II mulai terlihat bergerak, setelah beberapa pekan lalu, terlihat pergerakan pembangunan lanjutan dari perempatan Balekambang menuju Kedungsalam, Donomulyo. 

Berupa kegiatan pemadatan jalan yang akan membuka akses jalan yang dulunya bak jalur off-road. Khususnya di musim penghujan, dimana kendaraan akan kesulitan untuk melintasi jalur tersebut, karena kondisi jalannya.

Dimulainya tahap pembangunan JLS jilid II itu, secara langsung juga akan membuka akses jalur pariwisata pantai Kondang Merak yang merupakan salah satu surga tersembunyi yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. 

Sebuah harapan yang telah lama diimpikan oleh seluruh kalangan, terkait terbukanya akses pariwisata yang mudah dan tentunya aman dilalui. 

Sehingga berbagai surga tersembunyi berupa wisata pantai terbuka dan bisa dinikmati oleh lapisan masyarakat.

“Ini harapan kita bersama sejak lama. Dimana seluruh jalur selatan terbuka akses jalannya, sehingga seluruh potensi pariwisata pantai bisa dinikmati dengan mudah dan aman oleh wisatawan,” kata Made Arya Wedanthara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu,

Pantai Kondang Merak, misalnya, yang berada di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, sebagai bagian surga tersembunyi para pecinta snorkeling (menyelam). 

Memiliki potensi luar biasa sebagai pariwisata yang mampu menarik wisatawan, baik dalam maupun mancanegara. 

Dengan kondisi jalur bak off-road saja, wisatawan rela bersusah payah untuk mencapai pantai Kondang Merak yang ombaknya tidak seganas wilayah pesisir selatan. Sehingga terbilang aman untuk mengeksplor keindahan lautnya.

Hal ini diungkapkan oleh group Toyota Fortuber Hidden Beach, yang mengatakan, walau harus bersusah payah mencapai pantai Kondang Merak karena kondisi jalannya, tapi saat mencapai lokasi, semua kelelahan dan ketegangan bisa terbayarkan.

“Butuh waktu sekitar 20 menit dengan jalanan yang memang terbilang sulit. Padahal jarak tempuh sekitar 4,5 menit dari persimpangan (perempatan JLS Balekambang, red). Tapi ini terbayar dengan keindahan pantai dengan pasir putih dan halus serta lautan yang jernih dan biru,” ungkap Radityo salah satu peserta tour hidden beach, seperti dilansir dari gridoto.com.

Dirinya juga melanjutkan, pantai Kondang Merak walau masuk wilayah pantai selatan, tapi ombaknya tidak terlalu deras. 

“Karena pantai ini berbentuk teluk dan terdapat barisan karang laut di sisi-sisinya. Maka ombak terpecah sebelum tiba ke bibir pantai,” ujarnya.

Banyak testimoni atas keindahan dan eksotisme pantai Kondang Merak dari para wisatawan yang datang. 

Dimana, Kondang Merak tidak kalah dengan berbagai pantai lainnya yang ada di jalur selatan Kabupaten Malang yang dikenal sebagai daerah seribu pantai. 

Sayangnya, kondisi jalan dan medan yang terbilang ekstrem, kerap membuat wisatawan berpikir ulang untuk mengeksplor berbagai surga tersembunyi tersebut.

Hal ini yang membuat pemerintah pun kembali turun tangan. Menyulap jalur bak off-road menjadi jalan yang representatif sebagai jalan pariwisata. 

“Kita memiliki potensi luar biasa di sepanjang malang selatan. Tidak kalah dengan berbagai destinasi wisata di daerah lainnya. Saat pembangunan JLS ini bisa selesai, kami optimis peningkatan pariwisata akan benar-benar dinikmati masyarakat,” ujar Made Arya.

Pria kelahiran Bali ini juga mengatakan, pariwisata memang tidak bisa lepas dari unsur pendukung infrastrukturnya. 

Sehingga bila infrastruktur ini tergarap dengan baik, maka dirinya optimis, Kabupaten Malang sebagai jantungnya Jawa Timur (Jatim) akan semakin menasional dan internasional.

“Dengan berbagai capaian sektor pariwisata sampai saat ini pun, kita mampu mengangkat pariwisata Kabupaten Malang di kancah nasional dan Internasioanl. Maka, bila infrastruktur di JLS selesai dan terhubung semua, kami optimis akan semakin berkibar pariwisata pantai selatan,” pungkas Made Arya yang juga bersiap untuk menggelar Malang Beach Festival III di jalur pantai selatan.

 

End of content

No more pages to load