MALANGTIMES - Sudah selesai pengerjaan hampir 90 persen, penempatan Pasar Baru Comboran nampaknya masih bisa dilakukan setelah adanya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Karena sebagian besar pedagang memilih berjualan di pinggir jalan sebelum keseluruhan bangunan usai ditangani.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menjelaskan, pedagang tetap kukuh berjualan di pinggir jalan sebelum lapak PKL yang disiapkan di area belakang usai dikerjakan. Sementara proses pembenahan lapak di bagian belakang bangunan baru dilakukan setelah lelang berhasil dilakukan dalam PAK 2019.
"PAK masih pertengahan Juli, dan kemudian baru bisa dikerjakan," katanya pada wartawan belum lama ini.
Dia pun menargetkan upaya pembangunan lapak di area belakang Pasar Baru Comboran tersebut dapat diselesaikan sebelum Desember 2019. Sehingga relokasi pedagang dapat dilakukan secepat mungkin dan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan seperti sekarang dan menganggu lalu lintas.
Menurutnya, ada sekitar 225 pedagang yang tercatat memiliki lapak di dalam area pasar. Pedagang yang terdata tersebut akan menempati setiap lapak yang ditetapkan sebagaimana telah ditetapkan bersama sebelumnya. Karena pasar yang menelan anggaran Rp 9 Miliar itu sudah beberapa kali dilakukan rundingan bersama para pedagang.
"Yang bisa berjualan tentunya mereka yang sudah terdaftar sebelumnya," pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan MalangTIMES, beberapa lapak yang dibuat untuk berjualan sementara para pedagang Pasar Comboran di sepanjang Jl. Halmahera memang selalu ramai di jam-jam tertentu. Sehingga tak jarang membuat pengguna jalan sedikit terganggu. Kemacetan sering terjadi di jam-jam khusus seperti pagi dan sore hari.
