MALANGTIMES - Komunitas Zona Bening Malang Raya mengedukasi anak-anak tentang sampah dengan cara bermain.
Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik
Anak-anak pada kelas lingkungan ini diajarkan tentang pemilahan sampah dengan cara bermain. Anak anak yang membawa sampah diminta untuk membuang ketempat yang sudah disediakan dan terdapat keterangan jenis sampah.
Ditempat sampah tersebut, ada anggota komunitas dengan berpakaian sampah menyerupai monster mengarahkan untuk membuang sampah.
Hal ini, selain bertujuan untuk mengedukasi anak anak tentang bagaimana memilah sampah juga mengajak anak anak untuk bermain.
"Anak-anak kan masih suka bermain, jadi dengan cara ini mereka juga akan senang," ujar Rere Ketua Zona Bening kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Minggu, (13/9/2015).
Anggota komunitas yang berpakaian sampah seperti monster tersebut selain dalam permainan memilah sampah, juga menjadi simbol bahwa sampah bisa menjadi monster besar apabila tidak dikendalikan.
"Sampah apabila tidak dimanage, akan membahayakan bagi kita," ujar Rere selesai kelas lingkungan.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Dalam kelas lingkungan tadi anak-anak diajarkan tentang berbagai jenis sampah, seperti sampah beracun berbahaya, sampah anorganik terdaur ulang, sampah kertas, sampah organik, dan sampah tercampur.
Dengan kelas lingkungan ini, diharapkan anak-anak bisa lebih mengurangi sampah dengan cara memilah sampah.
"Kalau sudah di pihal bukan lagi menjadi sampah," ujarnya.
Selain mengedukasi dengan permainan, anak-anak juga diajak untuk menonton film tentang sampah, berburu sampah disekitar lingkungan, dan mendaur ulang sampah. (*)
