MALANGTIMES - Ajang Lomba Website SMP Se-Kota Malang dalam rangka Journalist Camp 2019 menyisakan kesan tersendiri bagi pesertanya. Ya, meski belum berhasil meraih juara pertama dalam ajang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan media online MalangTIMES.com itu,  siswa-siswi peserta lomba merasa memiliki tambahan pengalaman yang berharga.

Bagaimana tidak. Website sekolah yang kurang hidup kini sudah mulai dibenahi. Isinya pun kian variatif, terutama beragam kegiatan sekolah dan prestasi. Mereka juga membuat konten vlog dengan mengambil tema wisata. 

Itu pula yang dirasakan siswa SMPN 3 Kota Malang. Di ajang ini, SMPN 3 menyabet juara lima dari puluhan SMP negeri maupun swasta yang mengikuti lomba website.

"Kalau web memang lebih kami fokuskan kepada kegiatan sekolah. Waktu itu juga pas dengan pertandingan final Arema. Semua memakai atribut Arema. Lalu ada prestasi dari teman-teman paduan suara sekolah. Dan menjelang UN kelas IX, ada istighotsah dan bakti sosial," ungkap salah satu peserta Journalist Camp dari SMPN 3 Kota Malang, Muhammad Priya Sultan Rahman.

Ia mengaku awalnya  cukup sulit untuk mendapatkan ide konten dalam mengisi web. Tapi Sultan bersama teman-temannya di Bintaraloka Broadcasting Club (BBC) tetap semangat dan merasa memiliki motivasi tambahan dengan keikutsertaannya dalam acara Journalist Camp tersebut.

"Antusiasme siswa juga tinggi untuk mengumpukan berita. Jadi, kami ingin ke depan bisa terisi dengan prestasi yang dimiki oleh teman-teman. Mindset kami tentang belajar membuat berita juga lebih luas. Ke depan juga nanti web kami ingin bisa diisi teman-teman yang suka nulis puisi bisa ditampilkan di sini," imbuh siswa kelas VIII tersebut.

Sementara, Waka Kesiswaan SMPN 3 Kota Malang Any Setijowati mengatakan kegiatan Journalist Camp bisa terus berlanjut dan dikembangkan dengan inovasi yang lebih baru lagi. "Kalau perlu, mungkin diperlukan juga pelatihan di setiap sekolah itu lebih bagus lagi. Soalnya, tidak memungkiri di zaman serba digital seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi. Tahun depan dua hari saja tapi full ngecamp lebih keren," paparnya.

Ia juga berharap dengan ajang ini, para siswa lebih memiliki ilmu untuk belajar secara mandiri. Terlebih jika ke depan bisa menjadikan bakatnya untuk ladang bisnis.

"Paling tidak, anak-anak akan terjun ke masyarakat dan punya ilmu lebih. Apalagi sekarang banyak youtuber muda. Siapa tahu ke depan bisa menjadi ladang bisnis. Tapi, tidak cuma entertain saja. Ya, kami ingin mereka memiliki jiwa empati antarsesama," kata Any.

Kegiatan Journalist Camp 2019 yang digelar kali kedua ini hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan media online MalangTIMES serta didukung  Air Asia dan Indomaret. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi era 4.0 dan tetap berpegang teguh pada karakteristik dan kebudayaan bangsa.