Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Idul Fitri Tiba, Beginilah Cerita Para Pekerja Yang Nggak Ikut Lebaran

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : A Yahya

05 - Jun - 2019, 15:37

Placeholder
Seorang dokter yang tengah memeriksa pasiennya, (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari - hari penuh kegembiraan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling ditunggu oleh semua khalayak. Berkumpul dengan keluarga, melaksanakan salat ied bersama, berkeliling kampung untuk silaturahmi bersama sangat erat dengan suasana yang satu ini.

Namun, momen penuh semarak ini belum tentu bisa dinikmati oleh semua orang. Beberapa dari kita sering kali tidak ikut dalam suasana lebaran lantaran memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya.

Keinginan berkumpul dengan keluarga saat lebaran terpaksa hanya tinggal angan. Meski awalnya mereka mengatakan cukup sulit. Namun bagi mereka itulah hal yang harus dibayarkan untuk pekerjaan yang mereka lakukan.

Siapa saja mereka? Berikut beberapa pekerja yang harus merelakan waktu libur lebaran bersama keluarga terlewatkan,
 



Di musim menjelang hingga selesainya lebaran, para masinis harus kerja ekstra melayani pemudik. Karena biasanya, ada penambahan jadwal untuk mengantar pemudik ini.

Salah satu Masinis dari stasiun KA Malang, Lucky Barozhi mengatakan jika ia harus rela menukar waktu berkumpul dengan keluarga besarnya usai dinas lebaran. "Ya merelakan untuk hari pertama, karena harus dinas. Biasanya di hari raya ke empat lebaran digantinya full dengan kumpul keluarga besar nantinya," ujar dia.

Namun, bagi dia pengalaman ini cukup membanggakan. Karena masih harus melayani pemudik dengan maksimal di saat yang lainnya tengah menikmati momen - momen bersama keluarga.

"Ya memang momen lebaran sama keluarga itu hilang. Bahkan dulu sempat merasa sedih, tapi kan ini tugas. Malah sekarang jadi ada kebanggan tersendiri jika harus ditugaskan pada hari H lebaran itu. Karena bisa melayani pemudik kan," ungkap pria 24 tahun itu.

 



Menjadi pengangkut barang (porter) penumpang kereta api di stasiun KA Kota Malang sudah biasa dikerjakan oleh Zaenal. Momen hari raya dirinya juga harus rela bergantian dengan rekannya untuk piket saat hari pertama lebaran itu.

"Ya, mungkin saat Idul Fitri memang harus terlewatkan. Kalau memang harus piket di hari lebaran pertama di pagi hari ya dijalani saja, sudah biasa. Mungkin salat idul fitrinya nggak bisa barengan dengan keluarga, nanti sepenuhnya waktu siang atau sorenya pas ganti piket kita manfaatkan sepenuhnya sama mereka," paparnya.

 



Ya, lebaran identik dengan harus ekstra melakukan pengamanan bagi seorang yang bertugas di kepolisian. Seperti harus berjaga melayani pemudik di pos pengamanan. Namun hal itu sudah menjadi resiko tersendiri yang harus siap dijalani mereka.

"Risiko bagi semua yang bertugas, pasti keluarga juga memahami. Kalau sedang bertugas di Pos PAM misalnya, kita akan bertemu banyak pemudik yang ramah. Yang penting tetap enjoy, lebaran tetap berjalan," ungkap AKP Sri Sugeng Waskito, MPd.

 



Profesi yang satu ini juga harus siap melewatkan waktu dengan keluarga saat Idul Fitri. Seperti yang dialami oleh Dr. Fidia Anggraini, karena untuk cuti lebaran biasanya akan dijadwal dengan dokter lainnya.

"Ya harus dijalani karena sedang melayani masyarakat, melewatkan waktu sejenak dengan keluarga tidak apa - apa. Karena pekerjaan kita seperti ini, dan sakit tidak menunggu libur. Kapan saja bisa terjadi, kalau bukan kita yang melayani siapa lagi," katanya.


Topik

Peristiwa malang berita-malang Hari-Raya-Idul-Fitri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

A Yahya