Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Inilah Sosok yang Mempopulerkan Frasa Halal bi Halal dan Minal Aidin Wal Faidzin

Penulis : Dede Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

02 - Jun - 2019, 19:32

Placeholder
Soekarno (Ist)

MALANGTIMES - Bagi umat Islam, khususnya di pulau Jawa, dua kalimat populer menginjak berakhirnya bulan Ramadan dalam perhitungan kalender Hijriyah, yakni Minal Aidin Wal Faidzin dan Halal bi Halal, sangatlah familiar di telinga mereka.

Setiap umat Islam menginjak Syawal atau lebih dikenal Lebaran, dipastikan akan menyampaikan dua kalimat tersebut. Baik melalui pesan di media sosial maupun bertandang secara langsung tepat di hari Lebaran.

Tapi, tahukan Anda, siapakah yang pertama kali mempopulerkan dua kalimat tersebut di Indonesia, khususnya Jawa ?
Dialah sang putera fajar, Soekarno. Presiden Indonesia pertama paling kharismatik ini di tahun 1958 mengucapkan kalimat “Minal Aidin Wal Faidzin” pada hari raya Idul Fitri. 

Kalimat tersebut adalah penggalan sebuah doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yang berarti “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan."

Dari ucapan Soekarno itulah kalimat “Minal Aidin Wal Faidzin” pada hari raya Idul Fitri, menjadi kalimat wajib kaum Islam. Populer dari sejak tahun diucapkannya sampai saat ini.
Pun, kalimat Halal bi Halal yang juga telah menjadi bagian budaya kita di bulan Syawal. Tidak cukup saling mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin saja, tapi kebiasaan yang dianggap keharusan ini terpelihara sampai saat ini.

Soekarno pula yang memberikan istilah Halal bi Halal tersebut. Walau tentunya konteks saat Soekarno memberi istilah (sekitar tahun 1946) dengan sekarang berbeda jauh.
Sejarawan JJ Rizal menyampaikan, bahwa Halal bi Halal dipicu dengan kondisi Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Dimana, di masa itu Soekarno dihadapkan dengan revolusi sosial dan struktur negara baru yang lemah serta mewarisi birokrasi buatan Jepang.  Perpecahan politik, ideologi dan konflik antar kelompok meruncing dimana-mana. 


Kondisi tersebut membuat Soekarno cemas. Ide untuk mempertemukan para pimpinan politik muncul pada bulan Ramadan 1946.

Ide itu diperkuat juga dengan harapan sejumlah tokoh yang menghubungi Soekarno serta meminta adanya perayaan Lebaran pada bulan Agustus dengan mengundang seluruh komponen revolusi yang berbeda dalam pendirian politik maupun kedudukannya dalam masyarakat. 

Gayung bersambut. Pertemuan para tokoh tersebut berlangsung dan Soekarno memberi istilah  'Halal bi Halal’ yang diartikan sebagai silaturahmi dan saling memaafkan. Sejak itu, seperti pernah dilansir Tempo, 2006,  istilah  Halal bi Halal  populer sebagai  ucapan di Hari Raya Idul Fitri.

 


Topik

Peristiwa malang berita-malang Frasa-Halal-bi-Halal Frasa-Minal-Aidin-Wal-Faidzin hari-Lebaran Soekarno Presiden-Indonesia-pertama hari-raya-Idul-Fitri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Lazuardi Firdaus