MALANGTIMES - Potensi pengembangan Kota Malang sebagai kota kreatif menjadi perhatian pusat. Pasalnya, kota pendidikan ini memiliki setidaknya 40 ribu lebih pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun berusaha memfasilitasi dengan menyusun roadmap pengembangan ekonomi kreatif jangka menengah. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dalam Survei Ekonomi 2016, tercatat total ada 40.690 pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. Peringkat lima besar subsektor yang berkembang, yakni subsektor kuliner sebanyak 28.398 usaha kreatif, subsektor fesyen 7.295 usaha kreatif, subsektor kriya dengan 2.989 usaha kreatif, subsektor penerbitan dengan 961 usaha kreatif, dan subsektor fotografi dengan 233 usaha kreatif. 

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan bahwa hal tersebut dinilai sangat potensial. Sehingga, Kota Malang menjadi salah satu jujukan program-program pengembangan ekonomi kreatif bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang mengoordinasi dan memfasilitasi terjadinya kolaborasi antar pelaku kreatif.

Erik menjelaskan, jika Kota Malang sendiri memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan ekraf. "Visi Wali Kota Malang adalah Kota Malang yang Bermartabat, didukung oleh 4 misi. Misi yang kedua yaitu mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif," ujarnya.

 Oleh karena itu, lanjut Erik, keberlanjutan dan keterpaduan program menjadi sebuah bukti komitmen Pemkot Malang untuk mendukung pengembangan ekraf sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

Erik menyebut, salah satu keseriusan Kota Malang dalam upaya pengembangan di sektor ekonomi kreatif adalah melalui penyusunan roadmap pengembangan ekonomi kreatif Kota Malang tahun 2018-2022. "Roadmap itu disusun dengan melibatkan seluruh stake holder, pelaku, akademisi, juga dinas-dinas terkait yang di sahkan dengan Peraturan WalS Kota Malang," sebutnya.

Roadmap tersebut, dijadikan pedoman bagi seluruh aktor/pelaku untuk melakukan program dan kegiatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. "Dengan berkembangnya ekraf di berbagai daerah di Indonesia, diharapkan Kota Malang ini mampu menjadi pemain kunci di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya. 

Secara nasional, pada 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha. Kegiatan BIGGER di Kota Malang ini juga merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif.