Jenazah dua orang yang meninggal dunia setelah dihantam mobil di Bantur dan dievakuasi ke kamar mayat. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Jenazah dua orang yang meninggal dunia setelah dihantam mobil di Bantur dan dievakuasi ke kamar mayat. (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kecelakaan maut terjadi di kawasan jalan raya Bantur, Kecamatan Bantur, Rabu (15/5/2019). Akibat insiden ini, dua orang meninggal dunia.

Satu korban meregang nyawa saat di lokasi kejadian. Sedangkan seorang lainnya meninggal dunia sesaat setelah mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, dua orang yang meninggal akibat kecelakaan merupakan pasangan suami istri (lasutri) asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur. Sang suami bernama Ahmad Damin (44) dan istrinya bernama Yuli Retnowati (39).

“Kedua jenazah  kami evakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, guna kepentingan penyidikan,” kata Kanitlantas Polsek Bululawang Iptu RM Ganeth Hariyawan, Kamis (16/5/2019).

Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 11.45  WIB. Saat itu, mobil Daihatsu Terios nopol N-900-DM yang dikemudikan Nurayani, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur, melintas dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian, yakni  di jalan raya penghubung antara Bululawang dan Bantur, tepatnya di kilometer 24-25, mobil tiba-tiba oleng ke lajur sebelah kanan. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan, juga melintas sepeda motor Honda Beat nopol N-6357-DX yang dinaiki Ahmad Damin dan Yuli.

Lantaran jarak yang sudah dekat, tabrakan tak terhindarkan. Pengendara mobil dan motor  tidak bisa menguasai rem dan setir. “Braaaaaakkkk! Benturan keras pun terjadi.

Warga yang mengetahui peristiwa ini langsung bergegas menyelamatkan para korban. Lantaran mobil dan motor terpental hingga perkebunan tebu, warga sempat kesusahan untuk mengevakuasi korban.

Mendapat laporan, personel lantas Polsek Bululawang diterjunkan ke lokasi kejadian. “Pengendara motor (Ahmad Damin) meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan yang dibonceng (Istri Damin) kondisinya kritis lantaran mengalami luka benturan di bagian kepala. Meski sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bantur, korban akhirnya meninggal dunia,” ungkap  Ganeth.

Kondisi berbeda dialami pengemudi mobil dan penumpangnya. Nurayani hanya mengalami luka ringan. Wanita berusia 49 tahun itu cuma mengalami luka di bagian bahu sebelah kanan.

Sedangkan penumpang Daihatsu Terios, Chairmanita Amalia N., juga dikabarkan selamat. Bocah 7 tahun itu hanya mengalami luka ringan, yaitu lecet di beberapa bagian kaki dan tangan.

“Saat kecelakaan, Daihatsu Terios sempat terguling hingga posisinya terbalik. Meski demikian, pengemudi serta penumpangnya hanya mengalami luka ringan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen guna mendapatkan penanganan medis,” terang Ganeth.

Kepada MalangTIMES.com, Ganeth mengaku masih terus melakukan penyidikan. Selain mendalami hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) serta menghimpun keterangan dari berbagai saksi, polisi juga sudah menyita kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Kasus ini masih dalam proses lidik. Dugaan sementara penyebab kecelakaan murni karena human error (keteledoran manusia). Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah kami amankan sebagai barang bukti,”  ucap Ganeth.

 

End of content

No more pages to load