Foto ilustrasi MAN 2 kota Malang. (Foto: Doc. Kemendikbud)

Foto ilustrasi MAN 2 kota Malang. (Foto: Doc. Kemendikbud)



MALANGTIMES - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi telah diterapkan di TK, SD, SMP, dan SMA se-kota Malang. 

Namun, sistem zonasi ini tidak diberlakukan pada madrasah-madrasah di Kota Malang.

Hal ini dinyatakan Kasi Pendidikan Agama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Sutrisno saat ditemui di kantor Kemenag Kota Malang belum lama ini.

"Untuk madrasah kita tidak memberlakukan zonasi," ujarnya.

Alasannya, madrasah di Malang merupakan jujukan bagi masyarakat se Indonesia. Sehingga, dinilai sistem zonasi ini malah akan menyusahkan.

"Karena kalau kita zonasi bahwa Malang ini kan jujukannya orang se Indonesia. Kalau nanti pakai zonasi ya memang agak susah. Karena ini milik Indonesia, jadi semua siswa dari mana saja bisa masuk ke Jalan Bandung untuk di madrasah di Kota Malang," jelas pria yang akrab disapa Tris tersebut.

Sementara itu, PPDB untuk satker negeri, mulai dari MIN 1, MIN 2, MTsN 1, MTsN 2, MAN 1, hingga MAN 2 sudah selesai. 

Dan saat ini, tinggal tahap daftar ulang untuk Madrasah Aliyah.

"Untuk MIN sudah selesai, MTs sudah selesai. MAN tinggal InsyaAllah MAN itu tinggal daftar ulang," ucapnya.

Untuk madrasah swasta sendiri dikatakan Tris sudah banyak yang tutup karena kuota sudah terpenuhi. 

Contohnya saja MI At-Taraqqie, MI Khadijah, hingga MI Hasyim Asy'ari.

"Alhamdulillah madrasah kita sudah banyak yang tutup juga karena sudah penuh kuotanya. Contoh MI At-Taraqqie itu sudah tutup sudah lama. MI Khadijah sudah tutup, MI Hasyim Asy'ari sudah tutup. Beberapa madrasah sudah tutup karena sudah memenuhi kuotanya," pungkasnya.

End of content

No more pages to load