Serba-Serbi Ramadan (1)

Panen Berkah dari Segarnya Blewah, Pedagang di Malang Raup Rp 130 Juta Per Hari

May 06, 2019 17:51
Para pedagang eceran tengah kulakan blewah di Pasar Induk Gadang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para pedagang eceran tengah kulakan blewah di Pasar Induk Gadang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bulan Ramadan menjadi bulan panen rezeki bagi para penjual buah blewah di pasar-pasar tradisional di Kota Malang. Kebutuhan yang meningkat hingga 10 kali lipat membuat mereka meraup omzet sekitar Rp 130 juta per hari.

Baca Juga : BREAKING NEWS Ibunda Gus Baha Berpulang ke Rahmatullah

Permintaan buah blewah yang bernama latin Cucumis Melo ini memang meningkat sejak hari pertama Ramadan 1440 H, hari ini (6/5/2019). Seperti yang terpantau di Pasar Induk Gadang, para pedagang eceran tampak memborong blewah untuk dijual kembali. 

Siti Hamidah, salah satu pedagang blewah mengungkapkan bahwa dia menambah stok buah hingga sepuluh kali lipat. "Memang permintaannya naik drastis mulai hari pertama ini. Kalau hari-hari biasa, paling hanya habis 2 ton sehari, tapi kalau puasa seperti ini ya 20 ton atau paling sedikit 15 ton," ujar Siti. 

Untuk tiap kilogramnya, Siti mematok harga Rp 6.500 untuk grosir dan Rp 8 ribu untuk pembeli eceran. Pasalnya, lapak Siti merupakan salah satu jujukan pedagang-pedagang kecil untuk kulak blewah. Jika dihitung, omzet 20 ton blewah tersebut mencapai Rp 130 juta per hari. "Hari ini harganya naik sedikit, kalau hari biasa paling Rp 4 ribu per kilogram," sebutnya. 

Meski demikian, menurutnya harga blewah juga bergantung pasokan dan kualitas buah. Terlebih, selama beberapa waktu terakhir terjadi cuaca buruk di daerah-daerah produsen blewah. Perempuan 62 tahun itu mengaku mendatangkan barang dari Tuban dan Lumajang. "Kalau hujan terus banyak yang rusak, tapi yang datang ini kualitasnya cukup bagus," terangnya. 

Baca Juga : Kisah Penulis Wahyu yang Murtad dan Lolos dari Titah Bunuh Rasulullah

Siti sendiri mengaku sudah berjualan blewah selama hampir 40 terakhir. "Pembeli kebanyakan dari Kota Malang, tapi ada juga yang dari kabupaten buat diecer lagi. Biasanya harga naik kalau kurang baik. Nanti malam bisa naik lagi karena kemarin petaninya kebanjiran," sebutnya. Dia mengaku, bulan puasa menjadi "waktu panen" bagi pedagang blewah. Pasalnya banyak orang yang mencari buah yang juga disebut semangka Belanda atau Cantaloupe itu.

Pedagang di tingkat eceran pun sengaja menambah stok pembelian. Riswati misalnya, yang mengaku bisa menjual dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Dia kulak di Pasar Induk Gadang untuk dijual lagi ke Pasar Bantur, Kabupaten Malang. "Kalau biasanya sehari paling banyak 40 kilogram, tapi kalau puasa seperti ini bisa sampai 80 kilogram. Saya jualnya per kilogram Rp 8 ribu," terangnya.

Topik
MalangBerita Malangbulan Ramadanbuah BlewahPedagang di MalangSerba Serbi Ramadan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru