Malang Beach Festival III siap menyapa masyarakat dan wisatawan (Ist)

Malang Beach Festival III siap menyapa masyarakat dan wisatawan (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Di usia menuju tiga tahun, geliat pariwisata Kabupaten Malang dengan tagline the Heart of East Java yang diluncurkan oleh Bupati Malang non aktif Rendra Kresna, telah menjadi bagian besar strategi pariwisata Jawa Timur (Jatim).

Berbagai keberhasilan nyata terlihat di dalam masyarakat Kabupaten Malang, melalui pembangunan pariwisata. 

Baik yang telah dikenal sejak lama, seperti destinasi wisata pantai Balekambang serta lainnya. Sampai kemunculan ratusan desa wisata yang juga tak kalah pamor saat ini di mata wisatawan.

Berbagai potensi besar ini yang setiap tahunnya coba disentralkan dalam agenda Malang Beach Festival (MBF). 

Sebuah agenda pariwisata kolosal yang menghadirkan berbagai acara dengan memanfaatkan potensi luar biasa wisata pantai selatan. 

Sebut saja, kirab budaya, layang-layang, kano, sepatu roda, surfing, miniatur truk, paralayang, balap sepeda, rally jeep, maraton beach running 10 km, jet ski, dan berbagai gelar kuliner khas laut serta seni tradisi Malangan.

Made Arya Wedanthara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, mengatakan MBF adalah upaya menguatkan branding dan tagline pariwisata Kabupaten Malang. Yakni sebagai jantungnya Jawa Timur (the heart of east Java).

Launching MBF II tahun 2018 (dok MalangTIMES)

"Sejak diluncurkan pertama kali di hari jadi ke-1257 Kabupaten Malang, November 2017 lalu. MBF telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam agenda pariwisata kita. Antusias peserta acara dan wisatawan sangat luar biasa," kata Made Arya mengenang gelaran MBF jilid I yang digelar di Pantai Ngantep, Ungapan, Balekambang, Modangan, Bajul Mati, dan sepanjang jalur lingkar selatan (JLS).

Sukses menjadi acara pariwisata spektakuler, MBF jilid II diluncurkan tahun 2018. 

Dengan konsep yang masih sama, yaitu mengusung visualisasi keindahan pantai  sesuai dengan visi dan misi tiga pilar utama Kabupaten Malang. 

Salah satunya meningkatkan potensi destinasi pariwisata serta mewujudkan pariwisata Kabupaten Malang yang sudah ditetapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tentunya, dalam MBF jilid II, Disparbud Kabupaten Malang memasukan tema lainnya sesuai dengan perkembangan pariwisata yang semakin moncer di mata masyarakat dan wisatawan. 

MBF Jilid II pun dilaunching sambil memperkenalkan destinasi wisata desa Pujon Kidul, di cafe sawah Pujon, Agustus 2018 lalu.

Launching MBF Jilid II dan Pujon Festival 2018 ditandai dengan pemukulan alat perkusi oleh Bupati Malang non aktif Rendra Kresna yang didampingi Kepala DisparbudKabupaten Malang Made Arya Wedanthara, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, dan Kades Pujon Kidul Udi Hartoko.

"Di MBF II acara pantai semakin ditingkatkan levelnya. Misalnya dengan adanya Surfing International Competition di Pantai Nganteb. Diikuti kurang lebih 30 peserta yang terbagi tiga kategori, yakni Malang Raya, Jawa Timur, dan internasional. Di MBF II kita sasar juga wisatawan asing," ujar Made Arya yang juga menyebutkan MBF II ibarat anak tangga yang dilalui Pemkab Malang dalam mengoptimalkan sektor pariwisata.

"Setiap tahun ada yang baru dengan target baru juga. Ini untuk semakin menaikkan level MBF yang bukan hanya sebagai agenda pariwisata lokal saja," imbuhnya.

Di MBF II digelar Festival Layang-Layang, Singhasari Surfing Internasional, Nganteb On Stage Music Festival, Jet Ski dan Skteboard Exhibition. 

Tak ketinggalan acara Kirab Budaya yang diikuti ribuan peserta, Festival Budaya Kebaya Daur Ulang, Lomba Mewarnai PAUD, Lomba Gemar Makan Ikan Bersama, Sunset Maraton Beach 2 dan Fun Bike Jalur Lintas Selatan.

Kesuksesan dua kali melehat MBF, telah membuka mata Kementerian Pariwisata RI dan Pemprov Jatim. Maka, tak ayal MBF pun masuk dalam 29 Top Events Jatim 2019. 

Launching MBF III yang dibuka Menteri Pariwisata (Disparbud)

Padahal, ada total 367 acara budaya dan pariwisata yang terdiri dari 97 acara festival dan 270 non-festival yang tersebar di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim.

Di MBF jilid III tahun 2019 datang, semakin memantapkan Pemkab Malang sebagai daerah dengan serpihan surga yang turun ke dunia. 

Kekayaan alam, seni budaya yang bertahan, kesadaran masyarakat dalam wisata serta dukungan penuh pemerintah daerah, telah membuat MBF III dilaunching khusus. 

Yakni, dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI, Maret 2019 lalu.

Disparbud Kabupaten Malang pun memiliki target tinggi. MBF III ditarget mampu mendulang 7 juta wisatawan nantinya. 

Untuk meraih itu pula, sejak dini Disparbud Kabupaten Malang melakukan berbagai roadshow dan sosialisasi terkait MBF III. 

"Kita optimis 7 juta wisatawan bisa terserap dalam MBF ini. Selain mengusung wisata pantai nantinya juga seluruh potensi wisata desa dengan perniknya kita promosikan bersamaan," ujar Made Arya.

Senada, di MBF III nanti, Wakil Bupati Malang Sanusi pun optimis akan lebih massif dan mampu menjangkau wisatawan yang lebih luas lagi. Dirinya menyatakan, MBF tahun ini targetnya akan lebih banyak menarik perhatian wisatawan.

"Jadi, bukan hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Malang. Kalau bisa dari seluruh Indonesia dan bahkan mancanegara pun hadir dalam Malang Beach Festival 3," ucap Sanusi.

Sanusi melanjutkan, walau tagline-nya Malang Beach, tapi bukan hanya pantainya  yang dijual.

"Kekayaan alam yang lain seperti gunung, pedesaan, dan warisan budayanya pun ikut kami promosikan," ujarnya.

Asa tinggi terhadap MBF tentunya didasarkan dari capaian dijilid-jilid lalu. Dimana, sekitar 3 juta dari sekitar 7 juta wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang, disumbang dari acara MBF.

"Jadi kami optimis MBF tahun ini bisa menjangkau lebih banyak wisatawan," pungkas Made Arya.

End of content

No more pages to load