Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba-Serbi Menguak 20 Foto Sejarah Dunia 2 (Bagian 1)

Salah Navigasi, Bom Jatuh di Tengah Kota London

Penulis : Dede Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - Apr - 2019, 20:53

Placeholder
Foto bersejarah yang merekam peristiwa dahsyat di dunia. (Ist)

MALANGTIMES - Gara-gara salah navigasi, bom jatuh di tengah Kota London. Saat matahari telah tenggelam dan malam menyaputkan gelapnya, pesawat-pesawat pengebom Jerman, yang diinstruksikan Hitler meluluhlantakkan pabrik pesawat terbang dan tanki-tanki minyak milik Inggris, salah navigasi.

Inggris pun berang. Serangan bom di tengah kota dan ditengarai menyerang warga sipil dengan sengaja dibalasnya. Inggris mengirimkan 40 pengebom RAF (angkatan udara yang dimiliki Inggris) untuk membalas serangan itu. Berlin dan beberapa kota  di Jerman pun dijatuhi bom.

Saling lempar bom dari ketinggian antara Inggris dan Jerman disebut sebagai pertempuran Britania atau pertempuran udara yang terjadi antara tahun 1940-1941. Pertempuran yang membuat langit London serupa goresan-goresan cat warna putih. Khususnya pada pertempuran yang dilakukan malam hari.

Hal ini terekam dengan sangat luar biasa dalam sebuah foto. Saat angkatan udara Jerman yang disebut Luftwaffe melakukan penyerangan ke London. Aksi kejar-kejaran antara Luftwaffe dan RAF menciptakan siluet-siluet putih yang terlihat saling membelit di langit London.
 

Aksi kejar-kejaran pesawat tempur Inggris dan Jerman di kota London (Ist)


Di bawahnya, menara Big Ben atau yang bernama Elizabeth Tower (dibangun tahun 1858) menjadi saksi bisu pertempuran udara tersebut.
Dari beberapa literatur, dalam pertempuran, Luftwaffe mengerahkan 1.200 pesawat pengebom maupun pemburu yang terdiri dari jenis Heinkel He-111H (pengebom medium), Junkers JU-88 (pengebom cepat ), Do-17Z (pengebom ringan ), Messerschmitt Bf-109 (pemburu) dan Junkers Ju-87 Stuka (pengebom tukik). Sedangkan RAF mengerahkan 650 pesawat pemburunya yang terdiri dari Spitfire, Hawker Hurricane, dan Bristol Beufighter. 

Tercatat, dallam pertempuran ini, baik Luftwaffe maupun RAF menderita korban yang cukup banyak dan sebagian Kota London hancur karena serangan pengebom Jerman yang bertubi-tubi. 
Foto kedua yang menjadi fenomenal di zamannya adalah mengenai bom atom di Kota Nagasaki, Jepang. 

Dalam foto hitam putih tersebut! terlihat efek cendawan raksasa dari bom nuklir yang dijatuhkan. Efek tersebut tercipta sekitar  20 menit. Dalam foto yang diambil tahun 1945 itu, terlihat juga sebuah bangunan serta beberapa orang yang terlihat berjaga di sebuah gedung.
 

20 menit setelah bom nuklir dijatuhkan. Tampak cendawan raksasa di Nagasaki (Ist)


Nagasaki merupakan kota penting semasa perang karena memiliki banyak aktivitas industri. Termasuk produksi artileri, kapal, perlengkapan militer, dan material perang lainnya. Nagasaki juga  mencakup 90 persen industri di kota ini. Meski tergolong kota industri yang penting, Nagasaki tidak diterjang bom bakar karena letak geografisnya membuat kota ini sulit dilacak oleh radar AN/APQ-13.

Sehingga Nagasaki tidak secara langsung mendapatkan bom setan yang meluluhlantakkan Jepang dalam Perang Dunia II. Nagasaki hanya dihujani bom-bom kecil sebanyak lima kali. 
Pada hari pengeboman, sekitar 263 ribu orang sedang berada di Nagasaki, termasuk 240 ribu penduduk Jepang, 10 ribu penduduk Korea, 2.500 pekerja Korea, 9 ribu tentara Jepang, 600 pekerja China, dan 400 tahanan perang Sekutu di perkemahan di sebelah utara Nagasaki.


Topik

Serba-Serbi malang berita-malang Bom-Jatuh-di-Kota-London pengebom-RAF Luftwaffe pengeboman Elizabeth-Tower Kota-Nagasaki



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni