Suasana TPS 18 Kelurahan Gadingkasri, Kota Malang yang didekorasi mirip ruangan pesta pernikahan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana TPS 18 Kelurahan Gadingkasri, Kota Malang yang didekorasi mirip ruangan pesta pernikahan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Para jomblo atau pemuda-pemudi yang baru kandas kisah cintanya mungkin akan baper (bawa perasaan) kalau datang di TPS 18 Kelurahan Gadingkasri, Kota Malang. Tampil tidak biasa, tempat pemungutan suara (TPS) yang berlokasi di Jalan Pandan itu didekorasi layaknya pelaminan. 

Mulai dari pintu masuk, bunga-bunga hias aneka warna menyambut para pemilih. Sekeliling TPS juga dilingkupi tenda bernuansa merah putih layaknya tempat orang punya hajat. Lalu tepat di belakang jajaran bilik suara, tampak sebuah kursi pernikahan minus kursi pengantin. Hiasan-hiasan pesta juga tampak di meja-meja panitia pemungutan suara.

Yang lebih spesial, usai memasukkan surat-surat suara yang telah dicoblos, para pemilih dipersilahkan makan. Hidangan prasmanan lontong balap disediakan untuk warga yang datang menyalurkan suara di TPS tersebut. Berdasarkan pantauan MalangTIMES, antusias warga yang datang cukup tinggi. Sekitar pukul 11.00 WIB, hari ini (17/4/2019) tampak antrean warga yang menunggu untuk mencoblos.

"Ini kami dekorasi mulai kemarin (16/4/2019) sampai pukul 23.00 WIB sudah selesai. Sekarang tinggal masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai aturan main yang ada," ujar Ketua RW 04 Kelurahan Gadingkasri Edyson Indawan. Menurut Edyson, pembuatan TPS unik itu sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019. 

Edyson mengungkapkan, seluruh alat dan bahan yang digunakan untuk mendekorasi TPS pelaminan itu hasil dari swadaya masyarakat. Dia enggan menyebut nominal yang mesti dirogoh panitia pemungutan suara untuk membuat dekorasi mewah itu. "Kami sebagai masyarakat ya mendukung saja. Kerja sama dengan Pak RT dan warga yang ada di sekitar sini. Memang ini mandiri dari masyarakat, bukan terkait dengan siapa-siapa," tuturnya.

Ide membuat dekorasi pesta tersebut, menurut Edyson bukan tanpa alasan. "Inspirasinya nuansa merah putih, pelaminannya kan filosofinya pesta. Pesta demokrasi. Merah putih ini supaya muncul semangat kebangsaan," terangnya. 

"Kami juga menyediakan kudapan ala kadarnya, ya silahkan saja siapa saja boleh. Ini salah satu cara untuk menghadirkan masyarakat di samping bisa bercengkrama sesama tetangga," tambahnya. Edyson menyebut, gelaran pemilu ini juga sebagai ajang silahturahmi warga di lingkungan tersebut. Pasalnya, sehari-hari tak banyak kesempatan untuk warga berkumpul dan makan-makan bersama. 

Di TPS tersebut, dia merinci ada sebanyak 289 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan untuk daftar pemilih tambahan (DPTb) yang mendaftar ada 10 orang. "Kan ini lama setiap lima tahun sekali nanti baru ketemu nanti pilpres juga masih lama. Jadi ada sedikit totalitas dari warga," sebutnya. 

Salah satu warga, Mira Pratiwi mengungkapkan bahwa dekorasi tersebut ikut memberi semangat untuk mencoblos. "Menyemangati partisipasi pemilih kan unik, ada pelaminan, ada tulisannya jelas TPS 18, ada makanan juga, jadi warga senang datang ke sini," ujarnya. 

Mira berharap, usai pemungutan suara tidak ada gejolak di masyarakat. "Semoga saja siapapun yang terpilih itu bisa membawa kesejahteraan bagi warga Indonesia. Jangan sampai golput, tapi yang penting juga nggak usah lah sampai bertengkar-bertengkar kalau nanti pilihannya kalah," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load