MALANGTIMES - “Tolong ... tolong... tooolong,” triak Menik yang memecah kehening pagi para warga sekitar yang tinggal di Dusun Tubo Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan.
Tanpa alasan yang jelas, nenek yang kini berusia 70 tahun itu, ditemukan terkapar didasar sumur, Minggu (24/3/2019).
Berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES, insiden ini terjadi sekitar pukul 6.16 waktu setempat.
Ketika itu tetangga korban, mendengar teriakan minta tolong dari nenek renta tersebut.
Mengetahui jika suara khas itu merupakan suara Menik warga kemudian mengabarkan kepada pihak keluarga, guna memastikan keadaan.
Ketika ditanya, anggota keluarga malah tidak mengetahui pasti keberadaan korban.
Hingga akhirnya warga beserta keluarga berupaya mencari ke sumber suara.
Berselang 30 menit kemudian, mereka akhirnya menemukan Menik berada di dasar sumur tua yang terletak di samping rumahnya.
Kejadian ini seketika dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang kemudian dilanjutkan ke pihak Kepolisian.
Mendapat laporan, beberapa tim gabungan dari Polsek Tajinan, PMI (Palang Merah Indonesia), dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Korban baru bisa dievakuasi sekitar dua jam setelah terjatuh kedalam sumur,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.
Akibat jatuh dari sumur tua yang memiliki ketinggian sekitar 15 meter.
Menik ditemukan dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri.
Selain itu, kaki sebelah kiri korban juga mengalami patah tulang dan pendarahan.
“Usai dievakuasi, korban langsung kami bawa ke Puskesmas Tajinan guna penanganan lebih lanjut,” sambung Utomo.
Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan menghimpun keterangan dari berbagai saksi, guna memastikan motif yang mengakibatkan korban ditemukan terjatuh di dasar sumur.
Dugaan sementara, Menik nekat menceburkan diri ke sumur lantaran berniat bunuh diri.
