Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Penghasil Sayur, tapi Harga Sayur di Kota Batu Melambung Tinggi

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Feb - 2019, 22:12

Placeholder
Salah satu petani saat melakukan perawatan sayur andewi di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Kota Batu selama ini dikenal sebagai daerah penghasil sayur. Namun, kini komoditas sayuran di Kota Batu mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Tingginya harga  dipengaruhi jarangnya sayuran itu. Sebab, petani jarang menanam akibat kualitasnya jelek kena hujan saat ini.
 

Bahkan kenaikan harga bisa dibilang hingga dua kali lipat. Misalnya sayur yang biasanya ada di menu masakan lalapan, yakni andewi.

Saat ini harga andewi mencapai Rp 12 ribu per kilogram. Padahal jika musim kemarau, harga andewi hanya mencapai Rp 5-6 ribu per kilogram.

Kemudian sayuran lain seperti sawi daging saat ini mencapai Rp 8 ribu per kilogram. Padahal, biasanya hanya Rp 5-6 ribu per kilogram.
 

“Iya beberapa komoditas sayuran yang banyak mengalami harga tinggi karena pengaruh hujan,” ungkap Sri Tias, pedagang di Pasar Besar Kota Batu, Sabtu (16/2/2019).

Sementara, bawang prei yang mencapai Rp 12 ribu per kilogram. Harga sebelum mengalami kenaikan itu hanya mencapai Rp 6-7 ribu per kilogram. 
 

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Dengan naiknya harga sayuran itu, lanjut Tias, para konsumen terpaksa memangkas jumlah sayuran yang diberi. Misalnya jika biasanya membeli 2 kilogram sayur, tetapi karena harga tinggi hanya membeli 1 kilogram. 
 

Ngarpun, petani asal Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, menambahkan, kenaikan harga itu dipengaruhi kualitas sayuran yang kurang bagus dikarenakan musim penghujan saat ini. Sebab, tidak banyak sayuran yang tahan di tengah cuaca musim hujan.
 

“Saat ini kualitasnya banyak turun  karena sayuran itu terserang penyakit. Sehinga banyak yang jelek ketika dipanen,” ujar Ngarpun.

Karena mudah terserang hama,  banyak petani yang beralih menanam tanaman yang lain. Hal itu berimbas pada sedikitnya petani yang panen sayur yang kemudian harganya melambung.
 

“Kalau sudah petani yang tanam jarang, jadinya barangnya ya sedikit. Kalai sudah begitu, harganya jadi tinggi,” ucapnya.


Topik

Ekonomi batu berita-batu Penghasil-Sayur Harga-Sayur-Melambung-Tinggi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni