JATIMTIMES - Komunikasi kerap menjadi titik rapuh dalam layanan kesehatan. Di wilayah dengan keragaman bahasa, kesenjangan itu bisa berujung pada kesalahpahaman diagnosis. Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Jember, memilih jalan berbeda: menghadirkan Kamus Medis Madura sebagai jembatan antara tenaga medis dan pasien.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember ini resmi memperkenalkan kamus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang inklusif dan komunikatif, khususnya bagi masyarakat Jember bagian timur.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Blitar Bayarkan Klaim Rp 155,8 Miliar Sepanjang 2025
Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahnigtyas, mengatakan posisi geografis rumah sakit yang melayani wilayah Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Silo, hingga Sumberbaru membuat sebagian besar pasien menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa ibu.
“Faktanya, tidak semua tenaga kesehatan kami berasal dari Madura atau menguasai dialek lokal. Di sinilah potensi masalah komunikasi muncul,” ujar Nurullah, Selasa (27/1/2026)
Menurut dia, sejumlah pasien kerap kesulitan menjelaskan keluhan dalam bahasa Indonesia medis. Sebaliknya, tenaga kesehatan yang tidak fasih bahasa Madura berisiko salah menangkap informasi penting terkait kondisi pasien.
“Padahal, diagnosis yang akurat sangat bergantung pada komunikasi yang tepat,” katanya.
Kamus Medis Madura itu dirancang sebagai panduan praktis berisi istilah medis dan keluhan kesehatan dalam bahasa Madura yang umum digunakan masyarakat. Inovasi ini digagas oleh dr. Akbar, dokter umum sekaligus CPNS di RSD Kalisat, yang melihat langsung tantangan komunikasi di ruang layanan.
“Kamus ini bisa digunakan oleh seluruh lini pelayanan, mulai dari petugas pendaftaran hingga dokter spesialis,” kata Nurullah.
“Tujuannya agar interaksi dengan pasien lebih akrab, humanis, dan tetap profesional,” tambahnya.
Baca Juga : Dokter Tegaskan GERD Tidak Mematikan, Salah Tafsir Gejala Bisa Berakibat Fatal
Tak berhenti pada kamus, manajemen rumah sakit juga menerapkan kebijakan pendampingan tenaga kesehatan lokal di setiap sif. Pada shif pagi, sore, hingga malam, selalu ada petugas yang fasih berbahasa Madura untuk memastikan layanan berjalan tanpa hambatan komunikasi selama 24 jam.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Jember melalui program Universal Health Coverage (UHC) di era Jember Baru, Jember Maju. Program ini menargetkan akses layanan kesehatan yang mudah, bermutu, dan setara bagi seluruh warga.
“Kesiapan sumber daya manusia kami juga dibarengi dengan penguatan fasilitas,” ujar Nurullah. Saat ini RSD Kalisat memiliki empat layanan spesialis dasar Bedah, Penyakit Dalam, Anak, serta Obstetri dan Ginekologi serta layanan penunjang seperti THT, Mata, Jantung, Saraf, Patologi Klinik, dan Radiologi.
Dengan Kamus Medis Madura, RSD Kalisat berharap pelayanan kesehatan tidak lagi terhalang oleh perbedaan bahasa. Rumah sakit optimistis pendekatan ini dapat membuat pasien merasa lebih dipahami sebuah langkah kecil yang menentukan dalam proses penyembuhan. (*)
