JATIMTIMES - Getaran gempa bumi yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) pagi turut dirasakan hingga wilayah Stasiun Malang. Menyikapi kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api di lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG).
Gempa yang terjadi sekitar pukul 08.22 WIB itu memicu penerapan prosedur keselamatan operasional guna memastikan seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi aman pascagempa.
Baca Juga : Andhyka Tomy Permana Resmi Terpilih Pimpin IKASDA 2026-2029
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa koordinasi langsung dilakukan sesaat setelah gempa dirasakan.
“Pada pukul 08.23 WIB, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah terdampak dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sambil menunggu laporan petugas mengenai kondisi prasarana,” jelas Mahendro.
Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keamanan jalur rel, jembatan, serta fasilitas perkeretaapian lainnya sebelum kembali dilintasi kereta. Petugas pun segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di lapangan.
Hasilnya, pada pukul 09.01 WIB, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah yang terdampak gempa dinyatakan aman dan layak untuk kembali dioperasikan.
Mahendro menegaskan, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama KAI dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam.
“Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dijalankan,” tegasnya.
Baca Juga : Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Malang dan Yogyakarta
Atas langkah pengamanan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. KAI memastikan akan terus melakukan pemantauan serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan kondisi di lapangan.
KAI pun menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan selalu mengedepankan keselamatan pelanggan.
Sebagai informasi, gempa berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi di Pacitan, Jawa Timur. Gempa memiliki kedalaman 105 km. Gempa terjadi pukul 08.20 WIB, Selasa (27/1/2026). Titik gempa berada di 8,14 lintang selatan dan 111,33 bujur timur.
