MALANGTIMES - Tidak terasa, bulan Januari 2019 bakal berakhir dalam hitungan sepekan kedepan.
Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, MalangTIMES mencoba mereview beberapa kasus yang sempat mengemparkan masyarakat Kabupaten Malang.
Terutama kejadian penemuan mayat yang ditemukan meninggal secara misterius.
Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar
Jika melihat data rekapan kepolisian, sedikitnya ada lima kasus penemuan mayat yang terjadi hingga 24 Januari.
Pertama, pada 1 Januari lalu, rombongan wisatawan berjumlah delapan orang, yang berlibur ke Pantai Bantol menemukan seonggok mayat tanpa kepala tergeletak di bibir pantai.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengusut penyebab dan identitas mayat tanpa kepala dengan jenis kelamin laki-laki, yang ditemukan tergeletak di pinggir pantai yang berlokasi di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo tersebut.
“Kami sudah membawa jenazah ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna diotopsi. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan polres dan polsek jajaran, untuk mengungkap identitas korban. Sementara ini kasus masih dalam tahap pendalaman,” terang Kanitreskrim Polsek Donomulyo, Ipda M Arif Karnawan, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Lanjut, pada 7 Januari lalu, warga yang tinggal di sekitar Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen dibuat gempar.
Sebab, saat itu salah seorang saksi menemukan orok bayi, yang tersangkut tumpukan sampah di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, diperkirakan mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki tersebut yang diduga merupakan hasil hubungan gelap yang dibuang ke sungai.
Namun, hingga saat ini polisi belum bisa menguak tabir siapa pelaku pembuangan bayi tersebut.
Sepekan kemudian, tepatnya pada 14 Januari lalu jenazah Fahri Cahyo Putro, warga Jalan Roman, Dusun Mulyoarjo, Desa Gedokwetan, Kecamatan Turen, ditemukan mengapung di Dam Sungai Molek, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.
Setelah sempat mencuat dugaan jika korban meninggal karena dibunuh petugas kepolisian akhirnya menyimpulkan jika, pria 21 tahun itu meninggal lantaran bunuh diri.
“Dari hasil otopsi yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. Penyebab kematiannya diduga lantaran bunuh diri, sebab petugas menemukan di paru-paru korban penuh dengan air,” kata Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi.
Dugaan bunuh diri ini dikuatkan dari temuan polisi, berdasarkan kesaksian yang dihimpun dari beberapa saksi, terutama dari pihak keluarga.
“Dugaan kami korban bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai. Sebab keterangan saksi bahwa sebelumnya korban terlihat seperti orang bingung," imbuh Supriyadi.
Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar
Meski demikian jajaran kepolisian, masih terus mendalami kasus kematian Fahri.
Termasuk mencari keberadaan handphone milik korban, yang hingga saat ini belum ditemukan polisi.
Beralih ke kasus selanjutnya, pada 16 Januari lalu, warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, juga digemparkan kasus penemuan mayat. Tepatnya di tengah ladang, yang ada di sekitar desa setempat.
Lagi-lagi, mayat yang ditemukan mati misterius ini, berjenis kelamin laki-laki.
Dari pendalaman polisi, kakek 61 tahun itu, ditemukan meninggal dunia lantaran riwayat penyakit yang dideritanya.
Hal ini diperkuat dari keterangan pihak keluarga, jika korban semasa hidupnya memang memiliki sederet penyakit kronis.
Terakhir, Kamis (24/1/2019) pagi. Huna warga Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tempatnya bekerja.
Semasa hidupnya, kakek 64 tahun ini memang bekerja di PT Pangan Agro Lestari, yang berlokasi di Jalan Kebonagung, Kecamatan Pakisaji.
Namun setelah seharian keberadaannya tidak diketahui beberapa karyawan akhirnya menemukan kakek renta tersebut, tergeletak tak bernyawa didepan kamar mandi gudang perusahaan.
Berdasarkan keterangan medis, korban dinyatakan meninggal karena penyakit jantung.
Hal ini senada dengan keterangan beberapa saksi yang menuturkan jika korban memang memiliki riwayat penyakit jantung.
