Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Perum BTU Malang terlihat menumpuk karena lama tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Rabu (23/1/2019) (Foto : Yogi Iqbal/MalangTIMES)

Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Perum BTU Malang terlihat menumpuk karena lama tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Rabu (23/1/2019) (Foto : Yogi Iqbal/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Fasilitas umum lain yang dituntut warga perumahan subsidi Perum Bulan Terang Utama (BTU) adalah keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang jaraknya terlalu dekat dengan rumah warga. Akibatnya sering timbul bau yang tak sedap dan menganggu aktivitas warga. 

Warga pun mengaku takut terserang penyakit. Lantaran gunungan sampah yang ada tersebut sudah sangat tinggi dan belum pernah diangkut ke  tempat pembuangan akhir (TPA). 

Namun saat meninjau langsung ke lokasi TPS, MalangTIMES mendapati sebuah alat berat yang sedang mengeruk tumpukan sampah. "Ini nggak tahu kok sudah mulai dikeruk, ya bagus lah. Sebelumnya nggak pernah dikeruk. Jalannya aja becek Mbak, susah dilalui," terang seorang warga blok UJ 33 yang enggan disebutkan namanya. 

Sementara itu, warga lain berusaha menunjukkan foto tumpukan sampah TPS sebelum ada proses pengerukan. Memang tumpukan sampah terlihat menggunung. 

Saat musim penghujan, warga bercerita sampah jarang diangkut oleh petugas kebersihan. Lantaran medan untuk menuju ke TPS sangat susah dilalui. Sebab jalanan masih berupa tanah dan berlumpur. 

"Petugas itu susah naik ke TPS saat hujan. Ya kadang sampah numpuk sampai satu minggu. Ibu-ibu di sini sering protes, tapi bagaimana lagi kan jalannya ke TPS juga susah," imbuh pria bertubuh jangkung yang enggan disebutkan namanya itu. 

Dengan jarak yang sangat dekat dengan pemukiman itu, selama ini warga sudah meminta kepada pengembang untuk dilakukan pengangkutan sampah ke TPA. Sebab, bau sampah sudah sangat menyengat dan menganggu. Bahkan bisa berpotensi menimbulkan penyakit. 

Sebelumnya, keluhan terkait tumpukan sampah itu menurut Ketua RW 17 perumahan BTU, Emik Gandamana sudah disampaikan kepada pihak pengembang. Namun memang belum mendapat jawaban pasti. 

Selain TPS, warga perumahan BTU menurutnya juga menuntut perbaikan Taman Pemakaman Umum (TPU) hingga masjid yang sampai sekarang masih juga belum diselesaikan. 

Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Perumahan Bulan terang utama yang tampak mati sehingga kawasan sekitarnya menjadi gelap gulita dan rawan tindak kejahatan  (Foto : Yogi Iqbal/MalangTIMES)

Warga juga berharap agar fasilitas lain termasuk penerangan jalan umum (PJU) turut diperhatikan. "Karena ada banyak lampu yang sudah tak berfungsi. Memang ada yang lampunya dicuri orang, dan itu bukan salah pengembang. Tapi kalau banyak yang mati itu tanggungjawab siapa, pengembang atau kami warga. Karena ada banyak tindakan kejahatan seperti perampasan di sini, kan memang kalau malam itu gelap," jelas Emik.

End of content

No more pages to load