JATIMTIMES - Pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat hampir 60 ribu wisatawan dari seluruh penjuru daerah di Indonesia maupun luar negeri padati kawasan Gunung Bromo.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menyampaikan, berdasarkan data dari BB TNBTS, sebanyak hampir 60 ribu wisatawan atau lebih tepatnya 59.988 orang memadati kawasan Gunung Bromo. Kunjungan tersebut berlangsung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Baca Juga : Tren Makeup Bronzy ala Jennifer Coppen, Ini Tips Aman bagi Pemula agar Tak Terlihat Cemong
"Dari jumlah itu, sebanyak 59.791 wisatawa merupakan wisatawan domestik. Sementara 769 lainnya wisatawan mancanegara. Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu (27/12/2025) dengan total 5.949 wisatawan dalam satu hari," ungkap Endrip dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Pihaknya membeberkan sejumlah data kunjungan ke kawasan Gunung Bromo pada tahun 2024 sebagai perbandingan bahwa tahun 2025 lalu kunjungan ke Gunung Bromo meningkat signifikan.
"Tahun 2024 lalu kunjungan mencapai 33.761 orang dengan rincian 33.242 wisatawan domestik dan sisanya wisatawan asing," kata Endrip.
Endrip menyebut, terdapat beberapa titik yang menjadi tempat favorit wisatawan baik domestik maupun mancanegara di kawasan Gunung Bromo pada momentum Nataru. Beberapa titik tersebut merupakan tempat favorit wisatawan untuk menyaksikan sunrise atau matahari terbit.
"Tujuan favorit wisatawan antara lain penanjakan untuk melihat sunrise, kawasan Lemah Pasar, Bukit Kedaluh, kemudian turun ke area Bromo di sekitar Laut Pasir (Pusung Gedhe) dan Savana Lembah Watangan," beber Endrip.
Baca Juga : Operasi Lilin Semeru 2025, Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Malang Menurun Signifikan
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, tingginya animo masyarakat untuk berwisata ke kawasan Gunung Bromo mendorong pihak BB TNBTS melakukan penyesuaian kuota kunjungan harian selama periode libur nataru. Penambahan kuota dilakukan secara bertahap hingga 2.000 orang per hari.
"Kuota ditambah 1.000 orang hingga pukul 05.00 WIB. Setelah itu ditambah lagi 1.000 orang karena sebagian pengunjung sudah keluar dari kawasan," pungkas Endrip.
