JATIMTIMES — Kopi Pagi Pecinan Ngangeni (Kopinang) hadir bukan sekadar sebagai agenda rutin komunitas. Kopinang sebagai ruang bertemu teman-teman lintas komunitas bukan sekadar acara, tapi titik temu rasa, gagasan, toleransi dan kebersamaan.
Di Kopinang, orang-orang datang bukan hanya untuk menjual atau membeli, melainkan untuk berjumpa, bercerita, dan menyambung kembali yang tercerai oleh rutinitas kerja. Tempat saling menyapa tanpa sekat jabatan.Ruang diskusi tanpa harus sepakat.
Baca Juga : Tips Memilih Jagung Bakar untuk Malam Tahun Baru
Meja kecil bagi ide-ide kecil yang ingin tumbuh. Jalan pulang bagi mereka yang rindu suasana komunitas Kopinang hidup karena manusianya.
Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Kediri Vici Dwi Indarta mengatakan, teman-teman yang datang dengan niat baik, berbagi waktu, tenaga, tawa, dan kepercayaan.Bukan siapa yang paling besar, tapi siapa yang mau hadir dan menjaga kebersamaan.
"Melalui konsep sederhana namun bermakna, Kopinang membuka ruang perjumpaan yang mendorong interaksi, dialog, dan kolaborasi. Di tempat ini, kopi menjadi media, sementara kebersamaan menjadi tujuan. Para pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati produk, tetapi juga untuk bertukar cerita, gagasan, serta memperluas jejaring komunitas," terangnya.
Dikatakan Vici, Kopinang dirancang sebagai ruang bersama. Semua setara, semua saling menjaga. Yang terpenting adalah kehadiran dan rasa memiliki. Berbeda dengan event komersial pada umumnya, Kopinang menempatkan nilai kebersamaan sebagai fondasi utama.
"Tidak ada sekat antara penjual dan pengunjung, antara pelaku lama dan pendatang baru. Semua hadir sebagai bagian dari komunitas yang sama, saling mendukung dan bertumbuh bersama," ungkapnya.
Baca Juga : Musim Hujan Tak Jadi Halangan! 5 Tips Liburan Akhir Tahun Tetap Nyaman dan Seru
Menurut Vici, selain menjadi ruang silaturahmi, Kopinang juga berperan sebagai ekosistem penggerak ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka, sekaligus menjadi wadah belajar bersama tentang tata kelola acara, kedisiplinan, dan tanggung jawab kolektif.
"Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif komunitas, Kopinang diharapkan terus menjadi ruang aman dan nyaman bagi lahirnya ide-ide baru, kolaborasi lintas bidang, serta penguatan identitas komunitas kreatif di daerah," kata dia.
"Kedepan, Kopinang tidak hanya ditargetkan sebagai agenda berkala, tetapi sebagai ruang perjumpaan yang konsisten, tempat orang-orang pulang pada rasa kebersamaan bahwa komunitas bukan tentang siapa yang paling besar, melainkan siapa yang mau hadir dan menjaga kebersamaan," pungkasnya.
