MALANGTIMES - Bisnis properti di Kota Malang memang terus menunjukkan tren positif. Salah satunya dibuktikan The Kalindra Apartemen yang saat ini terus diburu user. Baru dua bulan dikenalkan, total sudah hampir 100 user yang berebut nomor urut pembelian (NUP).
Operation Director Kalindra Land, Rudy T Hartanto menyampaikan, salah satu alasan yang membuat user tertarik untuk membeli unit apartemen The Kalindra adalah karena lokasinya yang sangat strategis. Apartemen terletak di Jalan Ahmad Yani Utara 2, Balearjosari, Malang dengan luasan mencapai 3,5 hektar.
"Alasan yang membuat user tertarik salah satunya memang lokasinya yang sangat strategis, dan itu dekat dengan pintu keluar dan masuk tol Malang-Pandaan," katanya pada MalangTIMES, Rabu (16/1/2019).
Selain itu, jarak kawasan apartemen dan pusat perkotaan menurutnya juga sangat dekat. Begitu pula dengan jarak menuju Bandara Abdulrachman Saleh yang dapat ditempuh dalam jarak yang tak terlalu jauh.
"Pintu masuk apartemen kami memang sangat dekat dengan jalan, jadi banyak user yang tertarik," paparnya.
Dia juga menyampaikan, hunian eksklusif itu tidak hanya dilengkapi dengan apartemen saja. Melainkan dilengkapi dengan hotel dan rumah berkonsep town house. Keberadaan hunian berupa town house hingga hotel ini juga menjadi daya tarik bagi user selain lokasinya yang memang sangat strategis.
Lebih jauh Rudy menjelaskan, Kalindra Land sudah melakukan kerjasama dengan Hotel Aston Malang City. Rencananya, hotel akan berada pada kawasan paling depan yang kemudian terhubung dengan apartemen. Sementara pada bagian belakang merupakan kawasan perumahan.
Total, ada 16 lantai dan 677 unit kamar yang ditawarkan hunian vertikal eksklusif itu. Sementara secara keseluruhan ada 19 lantai pada gedung apartemen yang menawarkan pemandangan indah Gunung Bromo dan Gunung Arjuno itu.
"Total kamarnya 16 lantai, dua lantai untuk parkir dan satu lantai untuk komersil area," jelasnya.
Dia juga menjelaskan jika The Kalindra Apartemen memiliki empat tipe kamar dengan luasan yang berbeda. Paling rendah adalah tipe Studio dengan luasan keseluruhan mencapai 24 meter persegi dengan harga Rp 350 juta.
"Kalau tipe Studio di apartemen yang lain di Kota Malang total rata-rata luasan nya 18 sampai 19 meter persegi dengan harga Rp 400 juta ke atas. Sedangkan tipe lainnya adalah 1BR, 2BR, dan Eksekutif 1BR," ujarnya.
Sementara untuk town house, lanjutnya, sudah 15 unit rumah yang sudah dibeli oleh user, dari total 59 unit rumah yang ditawarkan. Pola pembelian town house maupun apartemen ini pun dapat dilakukan dengan dua pola.
"Tunai bertahap bisa dibayarkan maksimal 12 kali, dan bisa juga mengangsur menggunakan KPR," paparnya lagi.
Menurutnya, fasilitas yang disediakan nantinya adalah komersial area berupa supermarket atau mini market, kolam renang, fitness centre, hingga cafe shop. Dia juga menekankan jika kawasan The Kalindra Apartemen nantinya dapat diakses dengan mudah dengan jaminan jalanan yang lancar dan bebas macet.
Sementara itu, kawasan Jl. Ahmad Yani tersebut sebelumnya diprediksi akan bebas dari kemacetan. Karena pintu keluar masuk tol Malang-Pandaan yang berada di Karanglo tersebut menggunakan sistem under pass.
Selain itu, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang juga sudah mengusulkan untuk pelaksanaan tukar guling jalan. Sehingga, jalan nasional yang berada di dalam kawasan kota kemudian dapat dikelola Pemerintah Kota Malang, begitu juga sebaliknya.
"Ketika jalan nasional di dalam kota dikelola pemerintah kota, maka angkutan besar akan lewat lingkar utara dan dilarang masuk ke kawasan kota. Kalau seperti itu nggak akan ada macet. Kami targetkan 2020 sudah selesai proses tukar gulingnya," jelas Kepala Dishub Kota Malang, Kusnadi.
