Melalui Runako, Agus Sunandar Tuangkan Spirit Mendiang Anak dalam Karyanya

MALANGTIMES - Kesan basic, modern, urban, serta kekinian dengan garis-garis yang sangat tegas terlihat dalam koleksi busana desainer Agus Sunandar. Garis-garis yang terlihat jelas itu menunjukkan unsur semangat dan kuat yang sengaja ditampilkan oleh Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) tersebut. 

Dikatakan Agus, unsur semangat dan kuat yang ditampilkan dalam koleksi busana urban 'Runako' itu terinspirasi dari mendiang anaknya.

"Kebetulan Runako ini sebenarnya saya ambil dari nama anakku. Nama anakku yang terakhir yang kebetulan dia meninggal dunia. Ketika masih bayi dia meninggal dunia karena sakit bawaan, yaitu sakit jantung bawaan," ungkap pria kelahiran Madura ini kepada MalangTIMES.

Diceritakannya bahwa Runako bisa bertahan sampai 2 tahun dengan penyakitnya itu. Walaupun masih kecil, Runako berusaha untuk bisa bertahan hidup hingga akhirnya Tuhan memanggilnya. Agus sendiri menyatakan bahwa dulu dia sudah berusaha mengobati Runako ke mana-mana, bahkan sampai ke luar negeri.

"Semangat itu yang saya ambil. Bahwa anakku ini memberikan semangat yang luar biasa ke saya. Dan saya ambil nama Runako itu untuk mengambil semangatnya. Dia punya semangat yang luar biasa. Dia punya penyakit yang sangat mematikan tapi dia tetap bertahan walaupun sampai akhirnya dia harus menerima takdirnya," ujarnya.

"Tapi menurut saya ada spirit luar biasa yang saya ambil sehingga saya memasukan itu ke dalam karya-karya saya," imbuh Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang tersebut.

Untuk itu, Agus memasukkan unsur semangat dan unsur kuat dari mendiang Runako ke koleksi Runako Urban Clasic ini. Maka dari itulah busana-busana Runako memperlihatkan garis-garis yang sangat tegas dan terlihat sangat jelas.

Meski modelnya basic, bisa dilihat bahwa busana-busana tersebut didesain Agus menjadi bentuk tampilan yang baru. Bisa dilihat dari coat yang ia buat. Coat-coat tersebut tidak hanya coat standar seperti jas atau jaket. Namun dimodifikasi sedemikian rupa dengan tambahan kain-kain tradisional, serta bentuknya juga lebih loose (longgar).

"Karena kecenderungannya nanti tren fashion itu arahnya ke sana, lebih longgar-longgar. Karena konsep fashion ke depan itu lebih multifungsi, lebih efisien, jadi baju itu bisa digunakan banyak orang," pungkasnya.

Untuk diketahui, Runako merupakan label produk fashion Agus yang kedua. Label fashion Agus yang pertama adalah Samsuga.

"Mulai akhir tahun kemarin saya pakai produk baru yang lebih kekinian, lebih modern desain-desainnya dengan label Runako," tandasnya.

Top